Usai Kenaikan BBM Bersubsidi, Penanganan Persoalan Pangan Tidak Bisa Dilakukan dengan Cara Konvensional

- Selasa, 6 September 2022 | 17:41 WIB
Ilustrasi persoalan pangan usai kenaikan harga BBM bersubsidi perlu penanganan serius.(suaramerdeka.com / dok)
Ilustrasi persoalan pangan usai kenaikan harga BBM bersubsidi perlu penanganan serius.(suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah meminta pemerintah serius dalam menanggani persoalan pangan, usai kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi (BBM bersubsidi).

Karena sektor pangan menjadi pemengaruh utama dalam inflasi.

"Menurut saya ini memang dampak kenaikan BBM ini yang paling rumit adalah mengenai masalah pangan, harga pangan," ujarnya.

Trubus menegaskan, pemerintah tidak bisa lagi menerapkan kebijakan konvensional dalam menjaga ketersediaan stok pangan.

Baca Juga: Bisikan Dewa Langit, 5 Zodiak Ini Ketiban Hoki, Rezeki dan Cuan Segede Gunung, Coy

Pemerintah juga diminta untuk memikirkan cara lain.

 "Pemerintah kalau dengan cara-cara konvensional saja itu tidak akan bisa. Permintaan pangan ini kan sifatnya naik, seiring dengan demografinya naik. Jadi dalam hal ini pemerintah memikirkan cara lain selain menyerap gabah petani," terusnya.

Menurutnya, pemerintah patut memperkuat sinergi kerja sama antar daerah dalam menghadapi dampak kenaikan BBM pada inflasi harga pangan.

Baca Juga: Ketiban Hoki 6 Zodiak Ini, Bakal Disiram Rezeki dan Cuan, Bisa Nraktir Teman Makan Enak Nihh

Trubus menekankan hal itu menjadi tanggung jawab pemerintah untuk menjamin adanya pemerataan stok pangan pada setiap daerah dengan harga yang stabil.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Inilah 2 Cara Cek Tarif JNE Tanpa Ribet!

Selasa, 6 Desember 2022 | 18:42 WIB
X