Harga Minyak Mentah Melonjak Sekitar 2 Persen di Akhir Perdagangan

- Jumat, 23 Juli 2021 | 10:24 WIB
Kilang Minyak. (Dariusz Kopestynski from Pixabay)
Kilang Minyak. (Dariusz Kopestynski from Pixabay)

NEW YORK, suaramerdeka.com – Lonjakan harga di akhir perdagangan minyak mentah sekitar dua persen lebih per barel pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).

Lonjakan tersebut memperpanjang kenaikan dalam tiga sesi sebelumnya di tengah ekspektasi pasokan yang lebih ketat sepanjang 2021 karena ekonomi pulih dari krisis Virus Corona.

Untuk pengiriman September, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September terangkat 1,56 dolar AS atau 2,2 persen, menjadi menetap di 73,79 dolar AS per barel.

Untuk pengiriman September, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS bertambah 1,61 dolar AS atau 2,3 persen, menjadi ditutup di 71,91 dolar AS per barel.

Baca Juga: Provinsi Jawa-Bali Masih Level 4, BOR Jawa Tengah Sudah Turun

"Matinya permintaan sangat dilebih-lebihkan. Permintaan tidak akan hilang, jadi kami kembali melihat pasar yang sangat ketat," kata Phil Flynn, Analis Senior Price Futures Group di Chicago.

Minggu ini, anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan produsen lain termasuk Rusia, yang secara kolektif dikenal sebagai OPEC+, menyetujui kesepakatan untuk meningkatkan pasokan minyak sebesar 400.000 barel per hari.

Peningkatan ini dimulai Agustus hingga Desember untuk mendinginkan harga dan memenuhi permintaan yang meningkat.

Tetapi karena permintaan masih akan melebihi pasokan pada paruh kedua tahun ini, Morgan Stanley memperkirakan bahwa harga acuan global Brent akan diperdagangkan pada pertengahan hingga setinggi 70-an dolar AS per barel untuk sisa tahun ini.

Baca Juga: Bentuk Solidaritas, Mahasiswa DKV ISI Surakarta Angkatan 2018 Gelar Doa Bersama

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Fed Isyaratkan Kenaikan Suku Bunga, Emas Merangkak Naik

Kamis, 23 September 2021 | 08:12 WIB
X