Holding BUMN Klaster Pangan Berpotensi Hambat Masuknya Investasi pertanian

- Jumat, 23 Juli 2021 | 10:12 WIB
Ilustrasi para petani sedang memanen padi (foto / dok Kagama.co)
Ilustrasi para petani sedang memanen padi (foto / dok Kagama.co)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Holding atau induk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) klaster pangan berpotensi menghambat masuknya investasi pertanian dan mengurangi kompetisi pada sektor ini.

Keistimewaan dan kemudahan yang seringkali diterima oleh BUMN membuat investor berpikir panjang untuk berinvestasi di Indonesia,.

Penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menunjukkan, investasi di sektor pertanian Indonesia masih tergolong rendah.

Investasi asing di sektor ini misalnya, hanya sebesar tiga sampai tujuh persen dari total Penanaman Modal Asing (PMA) di Indonesia pada tahun 2015 hingga 2019.

Baca Juga: Provinsi Jawa-Bali Masih Level 4, BOR Jawa Tengah Sudah Turun

Sebagian besar investasi pun masuk ke sektor kelapa sawit. Adapun untuk sektor pertanian lainnya, seperti tanaman pangan dan hortikultura, masih jauh lebih rendah.

“Padahal peningkatan investasi di sektor pertanian perlu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas produk pertanian Indonesia,” kata Peneliti CIPS Indra Setiawan.

Pemerintah memberikan BUMN suntikan modal, penunjukan langsung, serta kemudahan birokrasi, terutama dalam pembebasan dan akuisisi lahan.

Keuntungan-keuntungan demikian tidak dapat dinikmati oleh investor swasta yang menyebabkan mereka enggan terlibat dalam proyek tersebut.

Baca Juga: Inmendagri Nomo 22 Tahun 2021 Dikeluarkan, Tito Tekankan Upaya Penguatan 3T

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Harga Telur Anjlok, Peternak Sebut Ada 3 Faktor Penyebab

Senin, 27 September 2021 | 16:00 WIB

Sinergi Hippindo dan Kadin Jawa Tengah Serap Produk UMKM

Senin, 27 September 2021 | 13:29 WIB

PLN Cari Mitra Usaha untuk Bangun Lebih dari 100 SPKLU

Senin, 27 September 2021 | 11:34 WIB

Tren Bisnis Auto Cuan Diperkenalkan

Minggu, 26 September 2021 | 19:22 WIB

Asuransi Syariah atau Konvensional? Ini Perbedaannya!

Minggu, 26 September 2021 | 10:36 WIB
X