Kebijakan BSU Kembali Dilanjutkan, Menaker: Diharap Meningkatkan Daya Beli Buruh

- Jumat, 23 Juli 2021 | 08:24 WIB
Menaker Ida Fauziyah. (suaramerdeka.com / dok)
Menaker Ida Fauziyah. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pemerintah kembali melanjutkan kebijakan pemberian bantuan subsidi gaji/upah bagi pekerja/buruh (BSU) di tahun 2021 untuk mencegah pemutusan hubungan kerja lantaran terdampak kebijakan PPKM Darurat.

“Pemberian BSU diharapkan mampu meningkatkan daya beli dan menjaga tingkat kesejahteraan pekerja/buruh. Adanya BSU juga diharapkan mampu membantu meringankan beban pengusaha untuk dapat mempertahankan usahanya di masa pandemi Covid-19,” kata Menteri Ketenagakerjaan  Ida Fauziyah, Rabu (21/7).

Namun bantuan kali ini berbeda dari kebijakan sebelumnya tidak semua pekerja bisa mendapatkannya.

Bantuan sebesar Rp 1 juta diperuntukan untuk pekerja  yang berada di zona PPKM Level 4 Covid-19 dan terdaftar sebagai peserta jaminan sosial tenaga kerja yang masih aktif di BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga: 8 Juta Dosis Vaksin Sinovac Kembali Diterima Indonesia, Begini Pernyataan Menag

Dengan adanya BSU ini, Ida berharap beban perusahaan dapat berkurang sehingga pengusaha dan pekerja/buruh dapat terus melakukan dialog sosial bipartit guna mencari solusi bersama di tengah pandemi.

“Melalui BSU ini, kita berharap hubungan industrial yang harmonis dan kondusif di perusahaan terjaga, sehingga sekali lagi, PHK dapat terhindarkan,” kata Ida.

Disebutkan Ida, jumlah calon penerima BSU diestimasi sekitar 8 juta orang dengan anggaran Rp 8 triliun.

“Jumlah ini masih berupa estimasi mengingat proses screening data yang sesuai dengan kriteria di atas masih dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.

Baca Juga: OJK Bantu Warga Terdampak Pandemi, Bagikan Sembako hingga Daging Kurban

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X