Bupati Eisti'anah Minta BUMD Berani Keluar dari Zona Nyaman

- Kamis, 22 Juli 2021 | 18:14 WIB
 EVALUASI BUMD : Bupati Demak Hj Eisti'anah dan Wakil Bupati KH ali Makhsun memimpin rapat  evaluasi kinerja 9 BUMD yang berlangsung secara virtual di Command Center, Kamis 22 Juli 2021. (suaramerdeka.com/Hasan Hamid)
EVALUASI BUMD : Bupati Demak Hj Eisti'anah dan Wakil Bupati KH ali Makhsun memimpin rapat evaluasi kinerja 9 BUMD yang berlangsung secara virtual di Command Center, Kamis 22 Juli 2021. (suaramerdeka.com/Hasan Hamid)

DEMAK, suaramerdeka.com - Bupati Demak Hj Eisti'anah meminta seluruh komisaris, dewan pengawas, direktur, dan jajaran di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk kreatif dan inovatif dalam menggali potensi serta membuat terobosan-terobosan baru.

"Maka harus berani keluar dari zona nyaman untuk dapat membawa perusahaan menjadi lebih kompetitif dan produktif dalam meningkatkan pembangunan perekonomian di Kabupaten Demak," kata Bupati saat memimpin Evaluasi Kinerja BUMD yang berlangsung virtual di Command Center, Kamis 22 Juli 2021.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati KH Ali Makhsun, Sekda Singgih Setyono, Plt Kabag Perekonomian Setda Demak dan para Direktur BUMD.

Baca Juga: PPKM Level 4 Jauh Lebih Berat, Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia Minta Ada Relaksasi

Bupati menambahkan, untuk memajukan perusahaan daerah diperlukan tekad kuat dan semangat kerja keras yang harus dimiliki oleh seluruh personel di BUMD agar dapat mengembangkan perusahaan.

Sebagaimana tujuan dibentuknya BUMD yaitu untuk memberikan jasa, menyelenggarakan kemanfaatan umum, mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan pengembangan fungsi pemerintah daerah dalam pelayanan masyarakat.

"Terapkan strategi-strategi dan perencanaan yang baik. Strategi bisnis merupakan salah satu faktor yang sangat penting. Perusahaan harus bisa mencapai target dan tujuan secara sistematis dan terukur," tegas bupati mengarahkan para pimpinan BUMD.

Baca Juga: Indonesia Pasti Bisa Bantu Rumah Sakit Rp 15,4 Miliar, Sediakan Konsentrator Oksigen

Peran Direktur BUMD menjadi kunci dalam penerapan kepemimpinan yang efektif. Dia menyarakan agar membuat teamwork yang kuat dalam menjalankan perusahaan. "Berikan motivasi kepada karyawan agar selalu bersemangat dan berprestasi meningkatkan kinerja," tuturnya.

Sementara itu, Plt Kepala Bagian Perekonomian Setda Demak Arief Sudaryanto menyampaikan, bahwa Pemkab Demak telah menanamkan investasi kepada 9 BUMD dengan total investasi lebih dari Rp 242 miliar. Meliputi Perumda Air Minum Kabupaten Demak, dengan jumlah investasi Rp 48 miliar, PT BPR BKK Demak (Perseroda), dengan jumlah investasi Rp 14 miliar, PT LKM Demak Sejahtera dengan jumlah investasi Rp 26 miliar, PT Demak Aneka Wirausaha Rp 20 miliar, PT Demak Sarana Sehat Rp 23 miliar, PT BKK Jateng jumlah investasi Rp 12 miliar, dan PT Bank Jateng dengan jumlah investasi Rp 92 miliar.

Selain juga juga ikut investasi di PT PRPP Jateng, bidang usaha wisata, kepemilikan investasi Pemkab Demak Rp 143 juta. Kemudian PT Jamkrida Jateng (Perseroda), kepemilikan investasi Pemkab Demakdengan jumlah investasi Rp 4 miliar.

"Data PAD dari dividen BUMD Kabupaten Demak, tahun 2020 sebesar Rp 20.579.318.511. Adapun target tahun 2021 Rp 20.615.356.034," terang Arief Sudaryanto

Halaman:
1
2

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Akhir Tahun 2021 di Jateng Alami Inflasi 0,64 Persen

Selasa, 4 Januari 2022 | 14:38 WIB
X