Selera Investor Kembali ke Saham Lebih Tinggi, Dolar AS Jatuh di Akhir Perdagangan

Ant
- Kamis, 22 Juli 2021 | 09:36 WIB
Dolar AS. (Forbes)
Dolar AS. (Forbes)

NEW YORK, suaramerdeka.com – Kembalinya selera risiko investor dengan saham-saham lebih tinggi membuat mata uang safe-haven dolar AS jatuh pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), mundur dari tertinggi lebih dari tiga bulan.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, turun 0,2 persen menjadi 92,755, pada perdagangan sore.

Sehari sebelumnya, Selasa (20/7/2021), indeks dolar mencapai level tertinggi lebih dari tiga bulan.

Di sisi lain, di tengah kekhawatiran inflasi dan kekhawatiran tentang varian Virus Corona yang sangat menular, investor tetap berhati-hati.

Baca Juga: Imbal Hasil Obligasi AS Menguat, Harga Emas Berbalik melemah di Akhir Perdagangan

Tempat berlindung yang aman lainnya, yen Jepang, juga turun terhadap dolar, karena penghindaran risiko mereda.

Para pelaku pasar sendiri tetap bullish pada prospek dolar, setidaknya selama beberapa bulan ke depan.

“Antara diferensial imbal hasil dan permintaan safe-haven yang didorong oleh COVID, dolar AS telah menjadi primadona bola valas minggu ini,” kata Kepala Riset Pasar Global FOREX.com dan City Index, Matt Weller.

Karena meningkatkan pasokan mata uang dalam sistem keuangan, dolar tertahan langkah-langkah stimulus Federal Reserve atau pelonggaran kuantitatif.

Baca Juga: Krisdayanti Kasih Saran Aurel Hermansyah untuk Jaga Kehamilan, Ini Tujuannya

"Saat ini kami memiliki inflasi tinggi di AS yang membuat pintu terbuka bagi The Fed untuk mengurangi stimulus," kata Joe Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solutions di Washington, sebuah skenario yang positif untuk dolar.

Terhadap yen, dolar menguat 0,4 persen menjadi 110,26 yen. Dolar Australia, dilihat sebagai proksi likuid untuk selera risiko, jatuh ke level terendah sejak November sebelum agak pulih.

Aussie terakhir naik 0,4 persen menjadi 0,7357 dolar AS, sementara dolar Selandia Baru naik 0,9 persen menjadi 0,6976 dolar AS.

Poundsterling Inggris, yang pada Selasa (20/7/2021) mencapai level terendah sejak Februari, naik 0,6 persen pada 1,3715 dolar AS.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Aset Kripto sebagai Instrumen Investasi Online

Kamis, 22 Juli 2021 | 23:21 WIB
X