Selera Investor Kembali ke Saham Lebih Tinggi, Dolar AS Jatuh di Akhir Perdagangan

Ant
- Kamis, 22 Juli 2021 | 09:36 WIB
Dolar AS. (Forbes)
Dolar AS. (Forbes)

"Saat ini kami memiliki inflasi tinggi di AS yang membuat pintu terbuka bagi The Fed untuk mengurangi stimulus," kata Joe Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solutions di Washington, sebuah skenario yang positif untuk dolar.

Terhadap yen, dolar menguat 0,4 persen menjadi 110,26 yen. Dolar Australia, dilihat sebagai proksi likuid untuk selera risiko, jatuh ke level terendah sejak November sebelum agak pulih.

Aussie terakhir naik 0,4 persen menjadi 0,7357 dolar AS, sementara dolar Selandia Baru naik 0,9 persen menjadi 0,6976 dolar AS.

Poundsterling Inggris, yang pada Selasa (20/7/2021) mencapai level terendah sejak Februari, naik 0,6 persen pada 1,3715 dolar AS.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Aset Kripto sebagai Instrumen Investasi Online

Kamis, 22 Juli 2021 | 23:21 WIB
X