65 Ponpes Optimalkan Konsep Digital, Jadi Modal Hadapi Pasar Global

- Rabu, 21 Juli 2021 | 14:16 WIB
Pembukaan Fesyar se-Jawa Barat (suaramerdeka.com/dok)
Pembukaan Fesyar se-Jawa Barat (suaramerdeka.com/dok)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Sebanyak 65 ponpes sudah mengadopsi dan melakukan optimalisasi konsep digital dan integrated farming sebagai bagian dari upaya mendukung keberlanjutan pemulihan ekonomi Jawa Barat gegara pandemi Covid-19.

Menurut Kepala Perwakilan BI Jabar, Herawanto, langkah tersebut merupakan ikhtiar pihaknya yang beroperasi di Bandung, kantor Cirebon dan Tasikmalaya dalam mengimplementasikan berbagai program pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di tengah situasi yang tak mudah.

"Diharapkan program tersebut tak hanya membuat pesantrennya berdaya tapi juga masyarakat sekitarnya yang juga sebagai ekosistem terdekatnya," katanya secara virtual soal rangkaian Road To Fesyar (RTF) Jabar pada 21-23 Juli 2021 bertajuk “Sinergi (Korporatisasi, Digitalisasi, dan Wakaf produktif) untuk Pemulihan Ekonomi", Rabu (21/7).

Baca Juga: Soal Perpanjangan PPKM Darurat, Ini Tanggapan Prof Zubairi Djoerban

Berbagai program strategis memang digelar BI. Di antaranya kemandirian ekonomi pondok pesantren dan UMKM syariah melalui program korporatisasi, pengembangan halal value chain, industri kreatif halal, dan peningkatan edukasi, penelitian serta literasi ekonomi keuangan syariah, plus penguatan sinergi serta kolaborasi program dengan pemangku kepentingan di wilayah.

Terhadap puluhan pesantren itu, implementasi digitalisasi melalui penerapan proses teknologi secara end-to-end mulai dari sistem Internet of Things (IoT) dalam produksi hingga pemasaran onboarding di dalam e-marketplace termasuk penyelesaian transaksi pembayarannya menggunakan QRIS digelindingkan.

Mereka pun didorong untuk semakin menggunakan jasa digital banking yang telah banyak disediakan oleh industri perbankan.Dengan ikhtiar-ikhtiar itu, Herawanto berharap lebih jauh pula bahwa Indonesia tak lagi bersikap pasif karena sebatas mempunyai pasar yang besar. Bekal digital, sebutnya, bisa jadi modal untuk tampil mengglobal.

Baca Juga: Implementasi Kesuksesan Merdeka Belajar, Perlu Didukung Kompetensi Guru

Pasalnya, dengan potensi besar yang dimiliki, seharusnya peran yang diemban bisa lebih jauh lagi, yakni jadi big player di industri syariah dunia, sehingga penguatan terhadap ekonomi dan keuangan syariah harus mulai dilakukan guna bisa lebih memberikan kemaslahatan.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hyundai Optimistis Creta Bisa Merajai Segmen SUV

Rabu, 1 Desember 2021 | 19:52 WIB
X