Kasus Covid-19 Melonjak, Anggaran Kesehatan Naik Jadi Rp 214,95 Triliun

- Rabu, 21 Juli 2021 | 09:48 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (humas Setkab)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (humas Setkab)

JAKARTA, suaramerdeka.com – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan merespons lonjakan kenaikan kasus Covid-19 dengan menambah lagi anggaran bidang kesehatan menjadi Rp 214,95 triliun.

Khusus untuk anggaran klaim perawatan pasien Covid-19 saat ini Rp 40 triliun ditambah Rp 25,87 triliun sehingga total Rp 65,9 triliun.

"Untuk klaim perawatan pasien, dengan jumlah bed occupancy rate naik berarti jumlah pasien meningkat, saat ini anggarannya sudah ada Rp 40 triliun ini termasuk tagihan yang tahun 2020,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

“Kami akan menambahkan Rp 25,87 triliun lagi di dalam rangka untuk mengantisipasi biaya perawatan pasien. Jadi total alokasi anggaran untuk perawatan pasien Covid-19 akan mencapai Rp 65,9 triliun,” tukasnya di Jakarta.

Baca Juga: Ingin Meningkatkan Kesehatan Otak? Konsumsi Lima Makanan Ini

Selain itu, saat ini, Pemerintah sedang membangun berbagai rumah sakit darurat dalam mengantisipasi kenaikan jumlah pasien Covid-19.

Sejumlah asrama haji dikonversi menjadi rumah sakit darurat di antaranya adalah asrama haji Pondok Gede, Surabaya, Boyolali, Bandung, dan Yogyakarta.

Menkeu menyebut, semua membutuhkan anggaran sebesar Rp 2,75 triliun untuk melengkapi perlengkapan medis di sejumlah asrama haji dan mengonversikannya menjadi rumah sakit darurat.

Menkeu menambahkan untuk insentif tenaga kesehatan juga diberikan tambahan karena dengan adanya tambahan rumah sakit darurat maka membutuhkan tambahan nakes. Pemerintah akan merekrut 3 ribu dokter baru dan 20 ribu perawat.

Baca Juga: Perpanjangan PPKM Darurat Sudah Tepat, Epidemiolog Minta Semua Pihak Mendukung

Untuk itu, Pemerintah menambahkan anggaran lagi Rp 1,08 triliun dari sebelumnya Rp 17,3 triliun bagi insentif nakes baik di pusat maupun di daerah, sehingga total alokasi anggaran adalah Rp 18,4 triliun.

“Sekarang juga akan dibagikan obat-obat bagi para masyarakat yang terkena Covid-19 tapi melakukan isolasi mandiri, paket obat isoman disediakan sebanyak 2 juta paket.”

“Ini terutama untuk menghindari banyak keluhan obat-obat hilang di pasaran. Kita mengalokasikan yang tadinya Rp 770 miliar kita tambah Rp 400 miliar sehingga mencapai Rp 1,17 triliun,” lanjutnya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BSN Bikin Etalase Digital Produk UKM Ber-SNI

Jumat, 3 Desember 2021 | 20:25 WIB

Program BI Religi Bantu Percepatan Vaksinasi Covid-19

Jumat, 3 Desember 2021 | 08:12 WIB
X