Usai Menurun 2 Hari Berturut-turut, Emas Menguat pada Akhir Perdagangan

Ant
- Rabu, 21 Juli 2021 | 08:12 WIB
Emas murni. (Linda Hamilton - Pixabay)
Emas murni. (Linda Hamilton - Pixabay)

CHICAGO, suaramerdeka.com – Setelah menurun dua hari berturut-turut, emas menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB).

Penguatan emas tak lepas dair kekhawatiran investor seiring melonjaknya jumlah infeksi dari varian Delta Covid-19 di seluruh dunia. Penguatan dolar AS juga membatasi arus masuk ke logam safe-haven tersebut.

Untuk pengiriman Agustus, kontrak emas paling aktif di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak 2,2 dolar AS atau 0,12 persen, menjadi ditutup pada 1.811,40 dolar AS per ounce.

Baca Juga: PPKM Darurat Diperpanjang, Kemenkes Fokus Perkuat Peran Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit

Emas berjangka merosot 5,8 dolar AS atau 0,32 persen menjadi 1.809,20 dolar AS, pada awal pekan ini.

Jumat pekan lalu, emas berjangka juga jatuh 14 dolar AS atau 0,77 persen menjadi 1.815 dolar AS usai menguat 4,0 dolar AS atau 0,22 persen menjadi 1.829 dolar AS pada Kamis (15/7/2021).

Emas juga melonjak 15,1 dolar AS atau 0,83 persen menjadi 1.825 dolar AS pada Rabu (14/7/2021).

Emas mendapat ‘dukungan’ dari penyebaran varian delta dari Covid-19  sekaligus beban kasus infeksi meningkat di seluruh dunia.  Namun demikian, dolar yang lebih kuat membatasi kenaikan emas lebih lanjut.

Baca Juga: Rangkaian Idul Adha di Banyumas Berjalan Tertib, Tak Ada Takbir Keliling

"Kami telah melihat volatilitas dalam emas meningkat sedikit dan itu telah melumpuhkan beberapa posisi beli," kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities, yang juga mengaitkan tekanan pada emas dengan dolar yang lebih kuat.

Sementara itu, data pada Selasa (20/7/2021) menunjukkan ekspor emas Swiss ke India naik tipis bulan lalu, sementara pengiriman ke China daratan turun.

"Permintaan fisik memiliki ruang lingkup untuk menyangga penurunan emas karena bank-bank sentral tetap menjadi pembeli bersih dan mengingat permintaan konsumen yang terpendam saat toko India dibuka kembali," kata Suki Cooper, analis di Standard Chartered.

Untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 14,9 sen atau 0,59 persen, menjadi ditutup pada 24,995 dolar AS per ounce.

Platinum untuk pengiriman Oktober turun 6,2 dolar, atau 0,58 persen, menjadi ditutup pada 1.065,20 dolar AS per ounce.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X