Penyesuaian Harga Baru BBM, Langkah Realistis yang Harus Diambil Pemerintah

- Senin, 5 September 2022 | 11:14 WIB
ilustrasi pengisian BBM.  (suaramerdeka.com /dok. Pertamina)
ilustrasi pengisian BBM. (suaramerdeka.com /dok. Pertamina)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kebijakan pemerintah melaksanakan penyesuaian harga baru bahan bakar minyak (BBM) sebagai langkah realistis yang harus diambil.

Ini bertujuan, agar beban anggaran negara tidak kian berat, di mana dengan pengurangan subsidi untuk BBM, maka keuangan negara diharapkan semakin sehat.

Seperti diketahui, subsidi dan kompensasi negara untuk BBM dari APBN 2022 sudah meningkat hingga tiga kali lipat, yakni dari Rp 152,5 triliun menjadi Rp 502,4 triliun.

Baca Juga: Prediksi Karir dan Keuangan Zodiak Libra, Aries, Pisces, Sagitarius, Gemini, Virgo, Selasa, 6 September 2022

Hal itu ditegaskan Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta, Senin 5 September 2022.

"GP Ansor memahami situasi ini memang tidak mudah untuk dihadapi, apalagi saat ekonomi belum benar-benar pulih akibat pandemi Covid-19. Namun kami yakin ini sejatinya adalah opsi paling realistis untuk kebaikan negara dan rakyat," kata pria yang akrab disapa Gus Yaqut itu.

Menurutnya, kenaikan harga BBM khususnya Pertalite, Pertamax dan Solar adalah bentuk penyesuaian pemerintah terhadap harga minyak dunia yang kian melonjak.

Baca Juga: Kecelakaan Maut Hiace Vs Truk di Tol Semarang - Batang KM 375 Senin 5 September 2022, 7 Orang Dilaporkan Tewas

Jika hal ini tak diantisipasi dengan serius, justru dikhawatirkan akan berdampak kurang baik terhadap situasi di dalam negeri, baik ekonomi, sosial, politik dan lain sebagainya.

Menurut Gus Yaqut, Presiden Joko Widodo pun telah menegaskan perubahan harga BBM ini, merupakan ikhtiar pemerintah untuk menempatkan subsidi kepada masyarakat yang lebih berhak, yakni kalangan bawah.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X