Investor Khawatirkan Ancaman Varian Delta, Mata Uang Safe-haven Menguat di Akhir Perdagangan

Ant
- Selasa, 20 Juli 2021 | 09:24 WIB
Dollar. (Pixabay)
Dollar. (Pixabay)

NEW YORK, suaramerdeka.com – Kekhawatiran investor akan varian Delta virus corona membuat mata uang safe-haven dolar AS, yen Jepang dan franc Swiss menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB).

Dikhawatirkan investor, varian Delta tersebut, dapat mengancam prospek pemulihan ekonomi global.

Menghindari risiko menyebar di pasar keuangan, tiga mata uang tersebut naik ketika imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10-tahun yang dijadikan acuan turun ke level terendah lebih dari lima bulan di 1,176 persen.

Baca Juga: Penguatan Dolar Membuat Emas Memperpanjang Kerugian 2 Hari Berturut-turut

Lantaran yen dan franc Swiss menguat karena memburuknya sentimen risiko, Greenback turun dari level tertinggi  meski naik ke tertinggi lebih dari tiga bulan terhadap sekeranjang mata uang utama.

Di sisi lain, kenaikan dolar AS tetap tajam terhadap mata uang yang sensitif terhadap risiko seperti dolar Australia, Kanada, dan Selandia Baru. Sementara itu, yen naik ke level tertinggi dalam 1,5 bulan terhadap dolar.

Para pejabat AS menyebut, varian Delta dari Covid-19 sekarang menjadi jenis yang dominan di seluruh dunia, disertai dengan lonjakan kematian di seluruh Amerika Serikat hampir seluruhnya di antara orang-orang yang tidak divaksinasi.

"Tembok kekhawatiran sedang dibangun," kata Christopher Vecchio, analis senior di DailyFX.com, unit riset broker valas IG.

Baca Juga: SE Penertiban Pelaksanaan PPKM dan Percepatan Vaksinasi Diterbitkan, Ini 6 Poin Utamanya

Indeks dolar, yang mengukur nilai greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik ke level tertinggi sejak 5 April, pada perdagangan sore. Terakhir naik 0,2 persen pada Senin waktu setempat di 92,868.

Dolar juga menguat kuat terhadap mata uang komoditas. Dolar AS naik lebih dari 1,1 persen terhadap dolar Kanada menjadi 1,2763 dolar Kanada.

Dolar Aussie turun 1,0 persen versus greenback menjadi 0,7325 dolar AS, sementara dolar Selandia Baru juga turun 1,1 persen menjadi 0,6923 dolar AS.

Yen melonjak terhadap dolar pada Senin (19/7/2021), ke level tertinggi sejak akhir Mei. Greenback terakhir turun 0,6 persen pada 109,44 yen. Franc Swiss juga menguat, menyeret dolar turun 0,2 persen menjadi 0,9180 franc.

Poundsterling turun 0,9 persen pada 1,3657 dolar setelah Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid mengumumkan pada akhir pekan bahwa ia telah dites positif untuk COVID-19 dan dalam isolasi mandiri.

Itu memaksa Perdana Menteri Boris Johnson dan Menteri Keuangan Rishi Sunak menjalani karantina, mendorong sterling turun ke palung tiga bulan terhadap dolar di awal sesi.

Euro turun 0,1 persen pada 1,1794 dolar, setelah turun ke level terendah tiga bulan di 1,1764 dolar, menjelang pertemuan Bank Sentral Eropa minggu ini.

Di pasar mata uang kripto, Bitcoin sedang menguji dukungan utama 30.000 dolar AS dan terakhir turun 3,6 persen pada 30.618 dolar AS.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Program BI Religi Bantu Percepatan Vaksinasi Covid-19

Jumat, 3 Desember 2021 | 08:12 WIB
X