Penguatan Dolar Membuat Emas Memperpanjang Kerugian 2 Hari Berturut-turut

Ant
- Selasa, 20 Juli 2021 | 08:12 WIB
ilustrasi emas. (pixabay)
ilustrasi emas. (pixabay)

CHICAGO, suaramerdeka.com – Emas kembali memperpanjang kerugian selama dua hari berturut-turt setelah harganya tergelincir pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), usai terseret menguatnya dolar.

Beruntung, kemerosotan emas lebih lanjut bisa ditahan dengan penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS ke level terendah sejak Februari.

Untuk pengiriman Agustus, kontrak emas paling aktif di divisi Comex New York Exchange, merosot 5,8 dolar AS atau 0,32 persen, menjadi ditutup pada 1.809,20 dolar AS per ounce.

Baca Juga: Indonesia Kembali Terima 1.184 Juta Dosis Vaksin Sinopharm untuk Vaksinasi Gotong Royong

Emas berjangka juga jatuh 14 dolar AS atau 0,77 persen menjadi 1.815 dolar AS, pada akhir pekan lalu, Jumat (16/7/2021).

Sehari sebelumnya, emas berjangka menguat 4,0 dolar AS atau 0,22 persen menjadi 1.829 dolar AS, setelah melonjak 15,1 dolar AS atau 0,83 persen menjadi 1.825 dolar AS pada Rabu (14/7/2021).

Emas sempat terangkat 4,0 dolar AS atau 0,22 persen menjadi 1.809,90 dolar AS pada Selasa (13/7/2021).

Baca Juga: Shalat Idul Adha Masjid Agung Surakarta Digelar Terbatas, Pintu Masuk Akan Ditutup

"Emas terjebak dalam tarik ulur antara kenaikan dolar yang membebani logam mulia dan penurunan selera risiko, yang mendukung harganya," kata Ricardo Evangelista, analis senior di ActivTrades.

Emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya  usai indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Fed Isyaratkan Kenaikan Suku Bunga, Emas Merangkak Naik

Kamis, 23 September 2021 | 08:12 WIB
X