Peluang Pasar Baru, IKM Diminta Pantau Kebutuhan Belanja Modal Pemerintah

- Minggu, 18 Juli 2021 | 10:51 WIB
Gati Wibawaningsih./Foto: Kemenperin
Gati Wibawaningsih./Foto: Kemenperin

JAKARTA, suaramerdeka.com - Di tengah pandemi Covid-19 upaya memperluas akses pasar industri kecil dan menenengah terus dilakukan.

Kementerian Perindustrian terus melakukan beragam upaya strategis, salah satunya mengajak pelaku IKM rutin memantau kebutuhan belanja modal dan barang pemerintah sebagai peluang pasar baru.

“Pasar yang saat ini menjanjikan adalah pasar pemerintah melalui APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) dan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara),” kata Direktur Jenderal Gati Wibawaningsih, di Jakarta, Sabtu 17 Juli 2021.

Baca Juga: Achraf Hakimi Positif Covid-19, Harus Menjalani Isolasi Sementara Waktu

Gati mengatakan, peluang tersebut tercipta setelah pemerintah menggalakkan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

“Perpres ini bertujuan untuk memprioritaskan produksi industri dalam negeri,” tegasnya.

Gati mengungkapkan saat ini terdapat potensi belanja barang dan belanja modal Rp609,3 triliun pada APBN, yang dapat dioptimalkan sebagai peluang pasar produk dalam negeri.

Jika dirinci per sektor, potensi penggunaan produk dalam negeri bisa berasal dari anggaran bidang ekonomi Rp511,3 triliun.

Baca Juga: BK Panggil Sejumlah Saksi Dugaan Isu Selingkuh Petinggi DPRD Kebumen

Selanjutnya, perlindungan sosial Rp260 triliun, pendidikan Rp175,2 triliun, pelayanan umum Rp526,2 triliun, kesehatan Rp111,7 triliun, pertahanan dan keamanan Rp303,7 triliun, serta anggaran transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp795,5 triliun.

“Oleh karenanya, saya meminta tolong kepada kepala dinas, atau pemerintah daerah agar memberikan kesempatan bagi IKM binaan untuk dapat menyuplai kebutuhan APBD juga,” tuturnya.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

X