Kuota BBM Aman, Masyarakat Jangan Panic Buying, Pengawasan Subsidi Diperketat

- Kamis, 1 September 2022 | 19:01 WIB
ilustrasi pengisian BBM. Suaramerdeka.com /dokumentasi Pertamina.
ilustrasi pengisian BBM. Suaramerdeka.com /dokumentasi Pertamina.

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pemerintah provinsi Jawa Tengah bersama BPH Migas dan pihak kepolisian terus meningkatkan pengawasan, di tengah rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Pasokan BBM bersubsidi di wilayah Jawa Tengah mencukupi hingga akhir tahun, meskipun terdapat peralihan pengguna Pertamax ke Pertalite sebesar 10-15 persen di wilayah ini.

Pemerintah pusat sendiri telah setuju untuk menambah alokasi BBM bersubsidi di Jateng sebesar 30 persen pada tahun ini.

Baca Juga: Dijenguk Paris Pernandes, Indra Kenz Akui Menyesal dan Janji Jadi Lebih Baik

Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko mengimbau kepada masyarakat agar tidak 'panic buying' terkait isu kenaikan harga BBM.

Apalagi, kenaikan harga BBM juga diimbangi dengan pemberian bantuan langsung tunai kepada masyarakat.

Sujarwanto menambahkan pihaknya selalu melakukan monitoring terhadap distribusi, serta menghitung kecukupan BBM di setiap daerah untuk diramu menjadi sebuah kebijakan.

Baca Juga: Sekuat Dewa Zeus, 6 Zodiak Ini Bakal Berkuasa Penuh di September 2022, Rezeki Ngucur Teruuus!

Meski pengawasan ada di BPH Migas, namun pemerintah daerah memiliki tugas untuk memastikan bahwa masyarakat mendapatkan pasokan BBM.

"Potensi aksi penimbunan sudah ditangani, sudah dipetakan siapa yang berperilaku seperti itu. Kalau mereka masih nekat, ya tentu akan ada sanksi tegas dari pihak berwajib," katanya, Kamis, 1 September 2022.

Sujarwanto menyebut, pendataan pengguna BBM bersubsidi dengan aplikasi MyPertamina juga sangat bagus, sebagai bagian menyusun database pola konsumsi masyarakat terhadap BBM subsidi dan tidak subsidi.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X