Agustus 2022, Enam Kota Kompak, Jateng Deflasi 0,39 Persen. Ini Komoditas Pangan yang Memicunya

- Kamis, 1 September 2022 | 18:44 WIB
Ilustrasi deflasi di Jawa Tengah sejumlah komoditas pangan turun harga. (Mochamad Arief/Pixabay)
Ilustrasi deflasi di Jawa Tengah sejumlah komoditas pangan turun harga. (Mochamad Arief/Pixabay)

SEMARANG, suaramerdeka.com- Penurunan harga sejumlah komoditas pangan  memicu deflasi Jawa Tengah sebesar 0,39 persen pada Agustus 2022.

Komoditas pangan yang turun harga dan mendorong deflasi diantaranya bawang merah, cabai merah dan minyak goreng di enam kota yang disurvei.

Tercatat semua kota mengalami deflasi dan tertinggi terjadi di Kota Tegal sebesar -0,64 persen, disusul Cilacap -0.,55 persen.

Baca Juga: 8 Penyebab Kanker Serviks pada Wanita yang Tidak Disadari, Nomor 3 Paling Sering, Cek Faktanya

Selanjutnya Kota Purwokerto dan Kota Semarang -0,44 persen serta Kota Kudus sebesar -0,31 persen.

''Deflasi terendah terjadi di Kota Surakarta sebesar -0,06 persen dengan IHK 112,80,'' kata Kepala BPS Jateng Adhi Wiriana, Kamis 1 September 2022.

Dengan capaian tersebut, tingkat inflasi tahun kalender Agustus 2022 sebesar 3,87 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Agustus 2022 terhadap Agustus 2021) sebesar 5,03 persen.

Baca Juga: Terbongkar Rahasia Jitu Membasmi Kutu Sisik Bandel Pada Daun Aglonema. Aman dan Praktis Wajib Dicoba!

Menurut Adhi, deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya beberapa indeks kelompok pengeluaran.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar -2,06 persen lalu kelompok transportasi sebesar -0,51 persen dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar -0,20 persen.

Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks, yaitu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,67 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,63 persen.

Baca Juga: Terungkap! Aglonema Busuk Akar Jangan Dibuang. Hanya Modal Arang Kayu, 14 Hari Akar Makin Gondrong

Selain itu, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,47 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,31 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,30 persen, serta kelompok pendidikan sebesar 0,26 persen.

Selain itu kelompok kesehatan sebesar 0,20 persen, dan kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,03 persen.

Halaman:

Editor: Modesta Fiska

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X