Bank Indonesia Jawa Tengah Akselerasi Ekosistem Halal Berbasis Komunitas dan Wisata Ramah Muslim

- Rabu, 31 Agustus 2022 | 19:20 WIB
 Kepala KPw BI Jateng Rahmat Dwisaputra menyerahkan surat perjanjian kerja pengembangan model bisnis Hebitren melalui fasilitasi pendampingan kepada Dekan Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip Prof Dr Ir Bambang Waluyo Hadi Eko Prasetyo dalam acara FAJAR 2022, Rabu (31/8). (suaramerdeka.com/dok)
Kepala KPw BI Jateng Rahmat Dwisaputra menyerahkan surat perjanjian kerja pengembangan model bisnis Hebitren melalui fasilitasi pendampingan kepada Dekan Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip Prof Dr Ir Bambang Waluyo Hadi Eko Prasetyo dalam acara FAJAR 2022, Rabu (31/8). (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Upaya Bank Indonesia Jawa Tengah untuk memperkuat halal value chain (HVC) dalam pengembangan ekonomi syariah terus diakselerasi.

Melalui Festival Jateng Syariah (FAJAR) 2022 Road to Festival Syariah (FeSyar), event tahunan rangkaian event Islamic Sharia Economic Festival (ISEF) diharapkan bisa mendukung pengembangan ekonomi syariah khususnya di Jateng.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra mengungkapkan, penguatan ekosistem halal ini berbasis komunitas baik pondok pesantren (ponpes) maupun nonponpes.

Baca Juga: Musuh Para Tanaman, Ini 3 Cara Tanaman Kesayangan Bebas dari Kutu Putih

''Kami mengangkat sejarah perkembangan ekonomi Islam di masa lalu yang telah memberikan dasar bagi pengembangan ekonomi syariah masa kini. Betapa sejarah telah membuktikan, bahwa praktek ekonomi syariah yang halalan thoyiban membawa manfaat yang besar dan kesejahteraan bagi masyarakat,'' kata Rahmat di sela seremoni FAJAR 2022 di Hotel Tentrem Semarang, Rabu (31/8).

Hadir dalam kesempatan ini Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, Deputi Gubernur Bank Indonesia Doni P Joewono, Ketua MUI Jateng KH Ahmad Darodji, Kepala BI Jatim sekaligus Koordinator Wilayah Jawa Budi Hanoto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Solo, Tegal dan Purwokerto serta kalangan perbankan dan Perguruan Tinggi,

Situasi pandemi, lanjut dia, juga memberikan hikmah bahwa kegiatan-kegiatan produktif harus dilakukan dengan cara yang tidak mengeksploitasi alam, merusak lingkungan, dan membahayakan kesehatan. Dan itu semua masuk dalam prinsip ''halal dan toyyiban''.

Baca Juga: Siswa SD Jadi Korban Kecelakaan Truk di Bekasi, Berapa Sih Batas Kecepatan di Zona Sekolah?

Dalam masa pemulihan ekonomi, Bank Indonesia terus mengarahkan seluruh instrumen bauran kebijakan termasuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia yang berdaya tahan dan inklusif.

Bank Indonesia Jawa Tengah terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan stakeholders terkait lainnya dalam pengembangan ekonomi syariah.

Beberapa hal yang telah dilakukan diantaranya, penyiapan tenaga pendamping halal dan sertifikasi halal bagi RPH sebagai salah satu unsur ekosistem ekonomi halal bersinergi dengan Kemenag, LPPOM MUI, dan Halal Center UIN Walisongo Semarang.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Lahirkan Wirausaha Baru 

Rabu, 30 November 2022 | 19:04 WIB
X