Menko Airlangga: Kemajuan Iptek Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi

- Sabtu, 17 Juli 2021 | 13:05 WIB
 Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (suaramerdeka.com  / Kemenko Perekonomian)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (suaramerdeka.com / Kemenko Perekonomian)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pemerintah Indonesia terus berupaya memitigasi dampak pandemi guna menjaga momentum pemulihan kesehatan dan ekonomi, khususnya untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam melakukan konsumsi dan investasi melalui beberapa strategi.

Di antaranya adalah PPKM Mikro yang dilonggarkan atau diperketat berdasarkan perkembangan situasi pandemi dan akselerasi vaksinasi untuk mencapai herd immunity dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam memberikan keynote speech pada talkshow ITI-PII Young Innovation Award secara virtual, Kamis 15 Juli 2021.

Baca Juga: Ada Peningkatan Mobilitas, Luhut Minta PPKM Darurat Sektor Industri Diperketat

“Saya berharap Institut Teknologi Indonesia (ITI)-PII bisa membantu pemerintah untuk membuat central vaksin di kampus ITI yang sekarang tidak digunakan untuk mahasiswa kegiatan belajar,” ujar Airlangga.

Menurutnya pertumbuhan ekonomi suatu negara tidak lagi hanya bertumpu pada faktor produksi konvensional seperti penambahan kapital dan tenaga kerja, melainkan juga dipengaruhi oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).

Faktor ini akan mendorong suatu negara untuk secara lebih efisien menyediakan barang dan jasa serta meningkatkan daya saing usaha.

Baca Juga: Prof Zubairi Djorban: Cuma Pasien Covid-19 dengan Hasil Rontgen Paru-paru Normal yang Bisa Isoman

Airlangga menuturkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, perhatian harus diberikan pada strategi kebijakan yang mendorong inovasi, termasuk penempatan anggaran negara untuk dialokasikan pada pos Iptek, riset, dan inovasi.

“Untuk mendorong peran industri lebih besar dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan vokasi di Indonesia, Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan Super Tax Deduction Vokasi hingga 200 persen,” tutur Menko Airlangga.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pasar Kaliwungu jadi Percontohan Penerapan QRIS

Kamis, 25 November 2021 | 16:49 WIB

Faskes di Tanah Air Bisa Bersaing dengan Negara Maju

Kamis, 25 November 2021 | 14:25 WIB
X