Ini Strategi Kemnaker Bendung Gelombang PHK saat PPKM Darurat

- Sabtu, 17 Juli 2021 | 12:05 WIB
Industri manufaktur. (suaramerdeka.com / dok)
Industri manufaktur. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat sebagai upaya untuk menekan ledakan kasus Covid-19, dalam beberapa pekan terakhir, berdampak pada dunia usaha.

Ancaman gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) menghantui para pekerja. Untuk itu, Kementerian Ketenagakerjaan terus berupaya untuk membendung agar tidak terjadi PHK pada masa PPKM Darurat ini.

Di sisi lain, Pemerintah pun menyadari kebijakan pengetatan ini berdampak pada kelangsungan perusahaan atau pabrik.

Baca Juga: Ledakan Covid-19 Varian Delta di Indonesia Picu Vaksinasi Berbayar, Simak Penjelasan Mahfud MD

"Kami menyadari bahwa PPKM Darurat ini berat bagi kelangsungan usaha, tapi kami tidak bosan meminta perusahaan agar sebisa mungkin menghindari melakukan PHK," ujar Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker, Indah Putri Anggoro, di Jakarta, Kamis (15/7).

Dirjen Putri mengatakan PPKM Darurat ini memang memiliki efek bagi kelangsungan usaha setidaknya karena perusahaan atau pabrik tidak beroperasi secara maksimal, terutama perusahaan atau industri yang masuk kategori esensial dan nonesensial, sehingga akan berpengaruh pada kekuatan finansial perusahaan.

"Kami terus berkoordinasi dengan Dinas Ketenagerjaan di seluruh Indonesia, dan hingga hari ini belum mendapatkan data resmi dan valid dari Dinas Ketenagakerjaan di daerah, terutama yang wilayahnya menerapkan PPKM Darurat, terkait adanya PHK," katanya.

Baca Juga: Satgas Peringatkan 20 Provinsi, Wiku: Posko Covid-19 di Bawah 10 Persen

Kemnaker akan terus melakukan upaya pembinaan dan pendampingan dalam mencegah PHK  di masa PPKM Darurat ini.

Pihaknya melakukan Rapat Koordinasi Nasional dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja seluruh wilayah Jawa dan Bali dengan Mediator Hubungan Industrial dan Pengawas Ketenagakerjaan.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Fed Isyaratkan Kenaikan Suku Bunga, Emas Merangkak Naik

Kamis, 23 September 2021 | 08:12 WIB
X