Data Penjualan Ritel AS Topang Sedikit Penguatan Dolar pada Mata Uang Lain

Ant
- Sabtu, 17 Juli 2021 | 09:24 WIB
Dolar AS. (Forbes)
Dolar AS. (Forbes)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Sedikit penguatan ditunjukkan nilai tukar mata dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB).

Data penjualan ritel yang optimis mendorong ekspektasi bahwa pertumbuhan ekonomi meningkat pada kuartal kedua, juga membuat dolar mencatat kenaikan mingguan terbesar dalam sebulan, setelah

Kenaikan naik 0,11 persen diperlihatkan indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, menjadi 92,675.

Baca Juga: Vaksinasi Gotong Royong, Upaya Kadin Indonesia Bangkitkan Ekonomi Indonesia

Minggu ini, indeks dolar menguat 0,60 persen. Permintaan barang-barang tetap kuat bahkan ketika pengeluaran beralih kembali ke bidang jasa-jasa membuat penjualan ritel AS secara tak terduga meningkat pada Juni.

Terjadinya penguatan dolar pada Jumat (16/7/2021)  menyusul Ketua Fed Jerome Powell mengulangi pada Kamis (15/7/2021) bahwa kenaikan inflasi kemungkinan akan bersifat sementara dan bahwa bank sentral AS akan terus mendukung perekonomian.

"Data itu konsisten dengan ekonomi yang membuat langkah substansial dan memperkuat ekspektasi pertumbuhan kuartal kedua yang sangat kuat sekitar 10 persen," kata Joe Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solutions di Washington.

Baca Juga: Indonesia Terima 1,4 Juta Dosis Vaksin Sinopharm untuk Vaksinasi Gotong Royong

Dolar Selandia Baru naik 0,44 persen setelah data menunjukkan harga-harga konsumen Selandia Baru naik jauh lebih cepat dari yang diharapkan.

Hal itu mendorong beberapa di pasar untuk bertaruh pada kenaikan suku bunga segera setelah Agustus.

Lalu Poundsterling jatuh terhadap dolar, dengan laju untuk pekan terburuk dalam sebulan, karena investor mencari keamanan di greenback di tengah kekhawatiran atas meningkatnya kasus Covid-19 secara global.

Kemudian, dolar Kanada menguat 0,1 persen pada Jumat (16/7/2021), dibantu oleh data perdagangan grosir domestik yang optimis, sehari setelah menyentuh level terendah hampir tiga bulan terhadap mitra AS.

Mata uang kripto menemukan dukungan setelah turbulensi baru-baru ini, dengan Bitcoin hampir datar di 32.027,33 dolar AS.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Koperasi Mitra BI Ekspor Kopi ke Saudi Arabia

Jumat, 17 September 2021 | 20:35 WIB

Peran Dipertajam, Koperasi Sejenis Diminta Merger

Jumat, 17 September 2021 | 20:30 WIB
X