Corona Mengganas, Program PEN Jadi Tumpuan UMKM

- Jumat, 16 Juli 2021 | 17:05 WIB
KI-KA (Atas Bawah): Susiwijono Moegiarso, Suwarsito, Yefta Surya Gunawan, Piter Abdullah, dan Eddy Satriya,dalam acara Virtual Discussion Cobisnis. (suaramerdeka.com / dok)
KI-KA (Atas Bawah): Susiwijono Moegiarso, Suwarsito, Yefta Surya Gunawan, Piter Abdullah, dan Eddy Satriya,dalam acara Virtual Discussion Cobisnis. (suaramerdeka.com / dok)

Faktor utama dalam mendorong tercapainya target pertumbuhan ekonomi melalui sektor UMKM di kuartal II & IV - 2021 adalah pengendalian kasus Covid-19, percepatan vaksinasi, optimalisasi belanja pemerintah, realisasi program PEN, dan implementasi UU Cipta Kerja.

“Apaapun program dan kebiajakan kita, kalau kita tidak bisa mengendalikan kasus Covid-19 ini berarti kita akan mengalami kontraksi ekonomi lebih dalam lagi,” jelas Susiwijono yang juga menjabat sebagai sekretaris eksekutif Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Pada kesempatan yang sama, Eddy Satriya, Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi & UKM mengungkapkan mayoritas pelaku UMKM membutuhkan bantuan berupa modal kerja.

Berdasarkan survei, ia menyebut 69,02 persen pelaku usaha mikro memerlukan bantuan modal usaha dan 43,53 persen pelaku usaha menengah membutuhkan keringanan tagihan listrik untuk usaha.

“Apa sebenarnya yang dibutuhkan untuk membangkitkan UMKM kita? Untuk usaha mikro, hal yang dibutuhkan adalah modal usaha ini adalah hasil dari beberapa survei,” ujarnya.

Eddy menilai, hingga saat ini kebijakan bantuan yang diberikan pemerintah sudah tepat sasaran.

Dia mengaku telah mempersiapkan berbagai upaya yang akjan dilakukan jika PPKM diperpanjang, termasuk perlunya optimalisasi fokus bantuan dan PEN.

Sementara Direktur Bisnis Penjaminan , PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), Suwarsito mengatakan, Jamkrindo telah menjamin kredit modal kerja (KMK) pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebanyak Rp17,49 triliun hingga Juni 2021 dari 1,05 juta UMKM.

Menurutnya, jumlah plafon yang dijamin meningkat 102,90 persen dari akhir 2020 yang Rp 8,62 triliun.

Dari total penjaminan yang diberikan itu, hingga Juni 2021 Jamkrindo berhasil membukukan imbal jasa penjaminan R p2,28 triliun atau naik 93,22% dari Rp1,18 triliun di 2020.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Go Digital, Milenial Bisa Selamatkan UMKM

Selasa, 28 September 2021 | 14:31 WIB

Mbak Ita Ajak Muslimat NU Tangani Ekonomi Kreatif

Kamis, 23 September 2021 | 20:57 WIB

PBMTI Pastikan Pedagang Kecil Terima Pembiayaan

Kamis, 23 September 2021 | 18:45 WIB

Naik Kelas, UMKM Perlu Mulai Pertimbangkan Green Economy

Kamis, 23 September 2021 | 16:36 WIB

Dongkrak Penjualan UMKM, Warung Serasi Resmi Dibuka

Selasa, 21 September 2021 | 21:57 WIB
X