Meningkatnya Kasus Baru Covid-19 Berpeluang Mengoreksi Kurs Rupiah pada Akhir Pekan

Ant
- Jumat, 16 Juli 2021 | 12:32 WIB
Rupiah. (suaramerdeka.com / Cun Cahya)
Rupiah. (suaramerdeka.com / Cun Cahya)

JAKARTA, suaramerdeka.com – Meningkatnya kasus baru Covid-19 berpeluang mengoreksi nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan.

Hari ini, Jumat 16 Juli, pukul 10.14 WIB, rupiah melemah 47 poin atau 0,33 persen ke posisi Rp 14.530 per dolar AS. Sementara posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya adalah Rp 14.483 per dolar AS.

"Nilai tukar rupiah masih berpotensi melemah hari ini dengan kondisi kasus baru Covid-19 yang meninggi di dunia dan di Indonesia," kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra.

Baca Juga: Tak Akan Hadiri Olimpiade Tokyo, Sekjen PBB Desak Negara Berkonflik Patuhi Gencatan Senjata

Kenaikan kasus tersebut, kata Ariston, dikaitkan dengan potensi perlambatan ekonomi karena kebijakan pembatasan aktivitas ekonomi oleh pemerintah guna mengendalikan pandemi.

Jika tak ada tindakan pencegahan, sudah ada peringatan dari WHO akan adanya potensi gelombang ketiga di dunia.

"Kasus baru Covid-19 di Indonesia masih menciptakan rekor baru dan ada potensi pekan darurat diperpanjang yang tentunya akan memberikan tekanan ke perekonomian," ujar Ariston.

Hari ini, rupiah diperkirakan Ariston berpotensi melemah ke arah Rp 14.550 per dolar AS dengan potensi support di kisaran Rp 14.460 per dolar AS.

Pada Kamis (15/7) lalu, rupiah ditutup melemah 3 poin atau 0,02 persen ke posisi Rp 14.483 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.480 per dolar AS.

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Aset Kripto sebagai Instrumen Investasi Online

Kamis, 22 Juli 2021 | 23:21 WIB
X