Di Tengah Ekspektasi Lebih, Harga Minyak Dunia Jatuh Lebih dari 1 Dolar Per Barel

Ant
- Jumat, 16 Juli 2021 | 10:24 WIB
Kilang Minyak lepas pantai. (suaramerdeka.com / dok)
Kilang Minyak lepas pantai. (suaramerdeka.com / dok)

NEW YORK, suaramerdeka.com – Di tengah ekspektasi lebih banyak minyak mentah mencapai pasar, harga minyak dunia kembali jatuh lebih dari satu dolar AS per barel pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB),

Penurunan ini juga terjadi, setelah kesepakatan kompromi antara produsen OPEC terkemuka dan data mingguan yang sangat buruk pada permintaan bahan bakar Amerika Serikat.

Untuk pengiriman September, minyak mentah berjangka Brent September menetap di 73,47 dolar AS per barel, terpangkas 1,29 dolar AS atau 1,7 persen.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS merosot 1,48 dolar AS atau 2,2 persen, menjadi ditutup pada 71,65 dolar AS per barel.

Baca Juga: Empat Mahasiswa UAD Raih Beasiswa ke Eropa Lewat Program IISMA

Reuters melaporkan, penurunan itu melanjutkankerugian pada Rabu (14/7/2021) dengan minyak mentah AS dan Brent masing-masing merosot 2,8 persen dan 2,3 persen.

Sejauh ini ada kesepakatan antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab yang akan membuka jalan bagi kesepakatan untuk memasok lebih banyak minyak mentah ke pasar minyak yang ketat.

Kesepakatan belum dipadatkan dan kementerian energi UEA mengatakan musyawarah terus berlanjut.

"Itu masih 'gajah besar di dalam ruangan' (masalah kontroversial sangat besar) - kami punya kesepakatan, kami tidak punya kesepakatan - dan itu menimbulkan kekhawatiran," kata Phil Flynn dari Price Futures Group.

Baca Juga: 1,5 Juta Dosis Vaksin Moderna Tiba di Indonesia, Total Sudah 4,5 Juta Dosis Diterima

Bulan ini, pembicaraan di antara Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak, Rusia dan sekutu mereka, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, terhenti.

Hal itu setelah Uni Emirat Arab keberatan untuk memperpanjang pakta pasokan kelompok itu melewati April 2022, dengan mengatakan kesepakatan itu tidak memperhitungkan peningkatan kapasitas produksi UEA.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X