Peningkatan Fungsi Kartu Tani, Penyertaan Saldo Tunai Bisa Dipertimbangkan

- Jumat, 16 Juli 2021 | 10:00 WIB
Kartu tani. (suaramerdeka.com / dok)
Kartu tani. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Untuk meningkatkan fungsi Kartu Tani, perlu dipertimbangkan penyertaan saldo tunai di dalam Kartu Tani karena kartu ini kini hanya sebatas berisi informasi kuota pupuk yang dapat ditebus.

“Petani tetap harus membayar dengan uang tunai sendiri atau mengisi kartu dengan saldo,” demikan ujar Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Aditya Alta.

Aditya menambahkan, pemberian saldo tunai di dalam Kartu Tani akan memperluas pilihan input yang dapat dibeli petani.

Baca Juga: Pernyataan Powell Kuatkan Harga Emas di Akhir Perdagangan

Jadi, tidak terbatas pada satu input (pupuk) dan pupuk bersubsidi yang diproduksi oleh Pupuk Indonesia saja sebagaimana yang terjadi pada sistem kuota saat ini.

Kartu Tani juga masih mempertahankan proses birokrasi yang panjang dalam pengajuan dan penerimaan pupuk bersubsidi dengan mensyaratkan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) yang harus disiapkan kelompok tani yang dibantu petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) setempat.

Hambatan ini dapat diatasi dengan menghapus subsidi pupuk dan sebagai gantinya memberikan saldo di dalam Kartu Tani hingga petani dapat membeli sarana produksi pada harga pasar.

“Untuk saat ini, pemerintah perlu terus meningkatkan penggunaan Kartu Tani oleh petani. Untuk ke depannya, usulan-usulan perluasan dan penambahan fungsi bisa dipertimbangkan agar Kartu Tani betul-betul berfungsi sebagai smart card, bukan sekadar alat verifikasi kuota pupuk yang sebenarnya juga bisa dilakukan dengan mengecek e-RDKK,” tandasnya.

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X