Supaya Tak Mati, BUMN Harus Melakukan Transformasi Budaya

- Kamis, 15 Juli 2021 | 20:43 WIB
Menteri BUMN Erick Tohir. (suaramerdeka.com/dok)
Menteri BUMN Erick Tohir. (suaramerdeka.com/dok)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Disrupsi teknologi tak bisa dihindari. Segala lini secara cepat melakukan perubahan, begitu pula Badan Usaha Milik Negara.

Mereka harus berubah dan yang lebih penting yakni transformasi budaya BUMN untuk menuju perusahaan negara yang memiliki digital mindset dan budaya yang kuat.

Pengamat ekonomi dan BUMN dari Lembaga Manajemen Universitas Indonesia, Toto Pranoto mengungkapkan hal itu dalam diskusi digitalisasi, kemarin.

Istilah tersebut menjadi topik yang banyak dibicarakan di tengah gelombang disrupsi teknologi, pandemi Covid-19, serta ketatnya persaingan dunia usaha.

Baca Juga: Respon Instruksi Tri Risma, Kemensos Evakuasi ODGJ Usai Dipasung Selama 20 Tahun

Bahkan, Menteri BUMN Erick Tohir pun mendorong BUMN untuk menjadikan digitalisasi dan inovasi sebagai pondasi dalam menghadapi persaingan. Kementerian BUMN mengkhawatirkan BUMN dapat mati karena tidak mampu melakukan digitalisasi.

''Disrupsi teknologi tidak bisa dihindari, dan mau tidak mau BUMN harus melakukan langkah adaptasi serta transformasi menuju digitalisasi. Sebagian BUMNsaya kira sudah adaptasi dengan perubahan radikal akibat disrupsi teknologi tersebut.

Artinya mereka memang sudah mengaplikasikan digital age dalam operasional perusahaan, serta people mindset dalam organisasi. Namun demikian, dari proses digitalisasi tersebut yang lebih penting adalah adanya transformasi budaya di BUMN untuk menuju perusahaan negara yang memiliki digital mindset dan budaya yang kuat,'' papar Toto.

Transformasi KorporasiBeberapa BUMN pun telah melakukan proses digitalisasi bisnis, salah satunya adalah PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero).

Perusahaan yang memiliki lini bisnis sebagai Lembaga Kliring Penjaminan dan Penyelesaian Transaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi dan Pasar Fisik, serta Pusat Registrasi Resi Gudang ini telah menjalankan digitalisasi sejak beberapa waktu yang lalu.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

X