Budi JVS, Mantan Pebalap yang Kini Sukses Jadi Pengusaha Vape

- Kamis, 15 Juli 2021 | 17:15 WIB
Budi JVS. (suaramerdeka.com / dok)
Budi JVS. (suaramerdeka.com / dok)

Demikian salah satu stigma yang dihembuskan untuk membendung Vape agar tidak berkembang. 

Budi JVS merupakan sosok pengusaha berawal dari seorang pembalap.

Berbagai kejuaraan seperti ISSOM, ETCC pernah diikuti dengan torehan ratusan piala yang berjejer menjadi bukti atas prestasinya di dunia balap.

Kini Budi JVS menjelma menjadi pembisnis vape terbesar di Jakarta bahkan di Indonesia.

Ia juga pemilik bisnis armada pengangkut mobil yang biasa dipakai untuk mobil balap maupun mobil standard Jakarta Towing Service, Jakarta Barber Shop / JBS, Jakarta Cycling Shop / JCS ( Toko & Distributor sepeda roadbike maupun sepeda lain).

"Sejak 2013, saya terjun dan menekuni bisnis Vape. Awalnya saya membuka toko off-line, dengan bendera Jakarta Vapor Shop (JVS). Tahun 2014 bisnis ini berkembang, terutama di Jawa dan Bali saya masuk ke bisnis on-line juga booming," terang Budi.

Sayangnya, kata Budi saat sedang naik daun, bisnis ini diterpa isu yang tidak sedap.

Vapor dianggap lebih jahat dari rokok biasa. Akhirnya orang pada berhenti vaping (sebutan untuk menikmati vapor).

Ada yang balik ke rokok konvensional, tidak sedikit pula yang berhenti sama sekali.

"Vape dianggap barang ilegal karena belum ada regulasi dari pemerintah. Razia terhadap penjual Vape pun terjadi di mana-mana. Bisnis Vape jatuh, saya pun pindah ke Malaysia. Di sana saya buat jaringan distribusi. Ternyata kok lancar. Network saya di Malaysia sampai sekarang masih bertahan, dan terus berkembang," ujar Budi JVS.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Faskes di Tanah Air Bisa Bersaing dengan Negara Maju

Kamis, 25 November 2021 | 14:25 WIB
X