21 UMKM Berhasil Tembus Pameran Terbesar se-Asia di Jepang

- Kamis, 15 Juli 2021 | 14:57 WIB
NAIK KELAS: Asisten 2 Sekda Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso bersama Kepala Disperindag Kota Magelang, Catur Budi Fajar meninjau stand peserta pameran UMKM Naik Kelas yang diadakan Komunitas Jumputan di Artos Mall.(suaramerdeka.com/Asef Amani)
NAIK KELAS: Asisten 2 Sekda Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso bersama Kepala Disperindag Kota Magelang, Catur Budi Fajar meninjau stand peserta pameran UMKM Naik Kelas yang diadakan Komunitas Jumputan di Artos Mall.(suaramerdeka.com/Asef Amani)


JAKARTA, suaramerdeka.com - 21 di Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) diboyong ke Jepang untuk mengikuti pameran terbesar se-Asia Yaitu The 13th Hoteres Japan & The Foodex in Kansai di Jepang.

Pameran ini akan berlangsung pada 14–16 Juli 2021 di Intex Osaka, Kansai, Jepang.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi menjelaskan produk-produk UMKM berhasil mendapatkan berbagai persyaratan buyer sehingga memudahkan produk UMKM menembus pasar global di negara lainnya. Pameran The Foodex in Kansai 2021, merupakan ajang diversifikasi produk makanan dan minuman Indonesia ke wilayah Barat Jepang.

"Diharapkan keikutsertaan di ajang The Foodex in Kansai 2021 ini dapat menjadikan produk mamin Indonesia semakin dikenal di Asia, khususnya pasar Jepang dan mancanegara,” jelasnya Didi.

Baca Juga: Mou Sebut Aksi Chiellini Tanda Solidnya Lini Bertahan Italia

Produk-produk makanan Minuman Kemasan Indonesia yang ditampilkan yaitu keripik tempe, keripik nangka, keripik ikan, produk madu, produk kopi, mi godog instan, mi goreng instan, teh tarik, tepung mocaf (singkong), ikan asin, crispy salad, kacang mete, permen kopi, wafer/biscuit, selai coklat, minuman herbal, minuman sari kelapa, bumbu instan, jeli/nata de coco,kari ayam kemasan, dan tempe.

Konjen RI untuk Osaka Diana E.S. Sutikno menambahkan seluruh eksportir yang berpartisipasi telah memenuhi persyaratan dari buyer Jepang yaitu memiliki produk-produk yang sudah memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Jepang menerapkan standar yang sangat ketat dalam hal keamanan pangan (food safety). Bila perusahaan Indonesia berhasil menembus pasar Jepang, peluang ekspor ke negara lain juga akan terbuka lebar,” jelasnya.

Nilai Ekspor makanan minuman naik berdasarkan data ITC Trademap. Nilai ekspor produk makanan olahan asal Indonesia ke Jepang pada 2020 sebesar USD 643.77 juta atau naik 15,14 persen pada periode yang sama tahun 2019.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dongkrak Penjualan UMKM, Warung Serasi Resmi Dibuka

Selasa, 21 September 2021 | 21:57 WIB
X