Emas Naik Tajam Setelah Kebijakan Moneter Akomodatif Dilanjutkan Fed

Ant
- Kamis, 15 Juli 2021 | 08:12 WIB
Emas murni. (Linda Hamilton - Pixabay)
Emas murni. (Linda Hamilton - Pixabay)

CHICAGO, suaramerdeka.com – Kenaikan tajam diperlihatkan emas pada akhir perdagangan, Rabu (Kamis pagi WIB).

Kenaikan menyusul Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell meyakinkan investor bahwa bank sentral akan melanjutkan kebijakan moneter yang akomodatif meskipun ada lonjakan angka inflasi serta ditopang dolar AS yang lebih lemah.

Untuk pengiriman Agustus, kontrak emas paling aktif di divisi Comex New York Exchange, melonjak 15,1 dolar AS atau 0,83 persen, menjadi ditutup pada 1.825 dolar AS per ounce.

Baca Juga: Agustus 2021, Seluruh Sarpras PON XX Papua Rampung

Sehari sebelumnya, Selasa (13/7/2021), emas berjangka juga terdongkrak 4,0 dolar AS atau 0,22 persen menjadi 1.809,90 dolar AS.

Awal pekan ini, emas berjangka jatuh 4,7 dolar AS atau 0,26 persen menjadi 1.805,90 dolar AS, setelah bertambah 10,40 dolar AS atau 0,58 persen menjadi 1.810,60 dolar AS pada Jumat (9/7/2021), dan melemah 1,9 dolar AS atau 0,11 persen menjadi 1.800,20 dolar AS pada Kamis (8/7/2021).

Salam sambutan yang disiapkan sebelum sidang kongres, Powell mengatakan pasar kerja AS "masih jauh" dari kemajuan yang ingin dilihat Fed sebelum mengurangi dukungannya terhadap ekonomi, sementara inflasi tinggi saat ini akan mereda dalam beberapa bulan mendatang.

Baca Juga: Warga Terdampak Pandemi Covid-19, Ini Solusi Pemkab Blora untuk Meringankan

"Ini (komentar Powell) benar-benar memperkuat keyakinan bahwa meskipun data inflasi yang lebih panas ini, The Fed masih tetap berada di jalur yang cukup akomodatif," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.

Kenaikan suku bunga AS memang sangat sensitif bagi emas, yang meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasi.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X