Masyarakat Terdesak Kondisi Pandemi, SWI: Oknum Pinjol Ilegal Manfaatkan Momentum PPKM Darurat

- Rabu, 14 Juli 2021 | 15:58 WIB
Pinjol. (pikiran rakyat) (Nugroho Wahyu Utomo)
Pinjol. (pikiran rakyat) (Nugroho Wahyu Utomo)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Satgas Waspada Investasi (SWI) mengantisipasi adanya peningkatan jumlah platform pinjol ilegal selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat mikro bulan ini.

Namun, seperti diketahui, sempat terjadi lonjakan pengaduan masyarakat yang dirugikan pinjaman online (pinjol) ilegal hingga 80%, periode Januari-Juni 2021. Adapun, sepanjang Juli ini, satgas telah memblokir 172 platform pinjol ilegal.

Ketua SWI Tongam L Tobing mengatakan total pinjol yang telah diblokir hingga Juli 2021 mencapai 3.365 platform sejak 2018. Menurutnya, oknum pinjol ilegal cenderung memanfaatkan momentum PPKM untuk menggaet masyarakat yang membutuhkan pinjaman dana.

Baca Juga: Varian Delta Sumbang Lonjakan Kasus Covid-19 di Indonesia dan Dunia, LIPI: Bisa Manipulasi Anti Bodi

"Umumnya kegiatan pinjaman online ilegal diikuti dengan bunga sangat tinggi, tenor sangat pendek (7 hari)," kata Tongam seperti dikutip dari Katadata.co.id.

Diakui, dengan adanya kondisi ini, tak sedikit masyarakat yang terjebak pinjol ilegal. Apalagi syarat pengajuannya cenderung mudah.

Untuk itu, SWI akan berkoordinasi dengan berbagai pihak agar bisa menindak secara hukum platform pinjol ilegal itu.

"Kami mendorong penegakan hukum kepada para pelaku pinjaman online ilegal ini, karena pemblokiran situs dan aplikasi tidak menimbulkan efek jera dari pelaku kejahatan ini," kata Tongam dalam keterangan resmi, Rabu (14/7)

Baca Juga: Unicef Sebut 463 Juta Anak Tak Bisa Ikuti PJJ, Rektor Upgris: Jadi Tantangan Pendidik

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Kata Data

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BSN Bikin Etalase Digital Produk UKM Ber-SNI

Jumat, 3 Desember 2021 | 20:25 WIB

Program BI Religi Bantu Percepatan Vaksinasi Covid-19

Jumat, 3 Desember 2021 | 08:12 WIB
X