Gandeng Anak Muda, Menparekraf Kembangkan Ekonomi Syariah

- Selasa, 13 Juli 2021 | 21:41 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno menjadi pembicara webinar nasional Pertumbuhan Ekonomi 2021 dan Peran UMKM yang diselenggarakan oleh STIE Semarang, Sabtu 12 Juni 2021. (Suaramerdeka.com/ Hari Santoso) (Hari Santoso)
Menparekraf Sandiaga Uno menjadi pembicara webinar nasional Pertumbuhan Ekonomi 2021 dan Peran UMKM yang diselenggarakan oleh STIE Semarang, Sabtu 12 Juni 2021. (Suaramerdeka.com/ Hari Santoso) (Hari Santoso)

Dia menjelaskan, ekonomi syariah merupakan simbol ekonomi yang berkeadilan, bisa memberikan pemerataan, keberlanjutan, dan keberpihakan ekonomi kepada masyarakat.

"Satu peluang yang sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat, menghadirkan perekonomian yang berkeadilan,” katanya.

Indonesia kini dihadapkan dengan situasi Vuca atau volatility, uncertanty, complexity and abiguity. Terkait hal tersebut, Sandiaga Uno berharap kepada semua pihak untuk bisa meningkatkan tiga hal, yaitu inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Inovasi meliputi peningkatan adaptasi teknologi untuk menciptakan peluang usaha sekaligus mencetak lapangan kerja.

"COVID-19 memaksa kita untuk meningkatkan keterampilan, bukan hanya berjualan online, tapi juga bisa menciptakan konten-konten kreatif yang meyakinkan," ujarnya.

Hal selanjutnya adalah adaptasi sehingga ia mengajak seluruh pihak untuk dapat beradaptasi terhadap protokol kesehatan. Terlebih masyarakat ekonomi syariah yang menurutnya identik dengan CHSE, yaitu Cleanliness, Health, Safety dan Environment Sustainability.

Baca Juga: Hari Pajak Nasional, Transaksi E-Samsat di Jawa Tengah Meningkat 4 Kali Lipat

"Dan terakhir kolaborasi, selama ini kita didominasi oleh kompetisi, saatnya kita berkolaborasi. Kita berharap agar Gunadarma Sharia Economic Event ini dapat memberikan inspirasi kepada entrepreneur dan calon enterpreneur," ujar dia.

Saat menutup webinar, Sandiaga Uno berpesan kepada para mahasiswa untuk terus optimistis menghadapi tantangan di tengah pandemi COVID-19. Menurut dia, krisis ekonomi serta beragam keterbatasan yang dihadapi dapat membentuk karakter seorang wirausaha yang mumpuni.

"Saya sendiri, DNA-nya adalah enterpreneur, saya lahir dan besar sebagai enterpreneur karena krisis ekonomi, dari krisis ke krisis membawa saya kepada tantangan baru," katanya.

"Pada suatu krisis di tahun 1997 saya memulai usaha. Alhamdulillah usaha saya sekarang menjadi usaha yang stabil dengan membuka lapangan kerja bagi 30.000 karyawan di seluruh Indonesia," lanjut dia.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

X