Gandeng Anak Muda, Menparekraf Kembangkan Ekonomi Syariah

- Selasa, 13 Juli 2021 | 21:41 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno menjadi pembicara webinar nasional Pertumbuhan Ekonomi 2021 dan Peran UMKM yang diselenggarakan oleh STIE Semarang, Sabtu 12 Juni 2021. (Suaramerdeka.com/ Hari Santoso) (Hari Santoso)
Menparekraf Sandiaga Uno menjadi pembicara webinar nasional Pertumbuhan Ekonomi 2021 dan Peran UMKM yang diselenggarakan oleh STIE Semarang, Sabtu 12 Juni 2021. (Suaramerdeka.com/ Hari Santoso) (Hari Santoso)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengajak anak muda untuk ikut mengembangkan ekonomi syariah yang mengalami pertumbuhan signifikan di Indonesia saat pandemi hingga 5,72 persen sejak tahun 2019.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh makanan halal, fesyen, pertanian, dan sejumlah lini sektor ekonomi syariah.

"Potensi pasar industri halal saya melihat bahwa kita kembali kepada yang menjadi kebutuhan pokok," kata Sandiaga di webinar Gunadarma Sharia Economic Event bertajuk "Kiat Sukses Berbisnis Peluang dan Tantangan yang Dihadapi Para Pelaku Usaha di Masa Pandemi", dikutip dari keterangannya, Selasa.

Baca Juga: Jika Kondisi Belum Terkendali, PPKM Darurat Bisa Diperpanjang

Dia mengatakan itu adalah bukti besarnya potensi ekonomi syariah untuk mencetak peluang usaha sekaligus lapangan kerja di masa depan. Dia pun berharap agar kalangan muda dapat mengambilnya peluang sekaligus pemain sentral dalam ekosistem perekonomian syariah dunia.

"Bahwa penduduk muslim dunia akan terus berkembang, mencapai 1,84 miliar pada 2018, pada 2030 menjadi hampir sepertiga dari total populasi dunia. Mereka akan membutuhkan produk-produk halal dan thoyib," jelasnya.

Oleh karena itu, perekonomian syariah harus bisa memetakan peluang usaha senilai lebih dari 250 miliar dolar AS.

"Saya melihat bahwa estimasi konsumsi umat muslim ada 2,2 triliun dolar AS, ini luar biasa sekali, ini dua kali besarnya dari ekonomi Indonesia. Saya yakin ini akan menembus jumlah 3 juta dolar AS pada 2024," jelas Sandiaga Uno.

"Sebanyak 76 persen dari 260 juta jiwa rakyat Indonesia, konsumsinya mencapai 220 miliar dolar AS dari produk dan jasa halal, atau pertumbuhannya diartikulasikan sebesar 5,3 persen pertahun," paparnya.

Baca Juga: Warning Menkes, 11 Daerah di luar Jawa Siaga Lonjakan Covid Delta

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

X