Dolar Menguat Seiring Kekhawatiran Investor soal Pandemi

Ant
- Selasa, 13 Juli 2021 | 10:36 WIB
Dollar. (Pixabay)
Dollar. (Pixabay)

NEW YORK, suaramedeka.com – Kekhawatiran tentang pandemi membuat dolar menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB).

Investor pun terdorong untuk mencari tempat yang aman saat mereka menunggu lebih banyak petunjuk tentang pemulihan ekonomi global.

Kenaikan diperlihatkan indeks dolar yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama saingannya, sebesar 0,1 persen pada 92,264. Indeks tetap mendekati level tertinggi tiga bulan di 92,844 yang disentuh minggu lalu.

Baca Juga: Ternyata Kucing Paling Banyak Dipelihara di Saat Pandemi

Menjelang kesaksian oleh Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada Rabu (14/7/2021) dan Kamis (15/7/2021), pasar yang sangat sensitif terhadap pembicaraan tentang tapering (pengurangan pembelian obligasi) lebih awal, data inflasi AS pada Selasa waktu setempat akan diawasi dengan ketat.

"Kehati-hatian pasar menguasai awal pekan ini membebani sentimen risiko dan mendorong dolar AS," kata Joe Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solutions di Washington.

Pelemahan juga diperlihatkan dolar Australia yang sering dipandang sebagai proksi risiko yang likuid sebesar 0,17 persen.

Sterling jatuh karena Perdana Menteri Inggris Boris Johnson diperkirakan akan mengonfirmasi rencana untuk menghapus hampir semua pembatasan Covid-19 yang tersisa di Inggris mulai 19 Juli, meskipun ada lonjakan kasus ke tingkat yang tidak terlihat selama berbulan-bulan.

Pound merosot 0,22 persen menjadi 1,3879 dolar AS. Dolar Kanada diperdagangkan sekitar 0,1 persen lebih rendah pada 1,2462 terhadap greenback, atau 80,22 sen AS.

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Aset Kripto sebagai Instrumen Investasi Online

Kamis, 22 Juli 2021 | 23:21 WIB
X