Kekhawatiran Penyebaran Varian Covid-19 Membuat Harga Minyak Tergelincir

Ant
- Selasa, 13 Juli 2021 | 08:24 WIB
Kilang Minyak. (Dariusz Kopestynski from Pixabay)
Kilang Minyak. (Dariusz Kopestynski from Pixabay)

NEW YORK, suaramerdeka.com – Di tengah kekhawatiran penyebaran varian Covid-19, harga minyak tergelincir pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) .

Kekhawatiran tersebut menggagalkan pemulihan ekonomi global yang membawa permintaan bahan bakar mendekati tingkat prapandemi, sementara pasokan minyak mentah yang ketat menahan harga jatuh lebih jauh.

Untuk pengiriman September, minyak mentah berjangka Brent menetap di 75,16 dolar AS per barel, kehilangan 39 sen atau 0,5 persen.

Untuk pengiriman Agustus, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun 46 sen atau 0,6 persen, menjadi ditutup pada 74,10 dolar AS per barel.

Baca Juga: Penyaluran TKDD di Pati dan Rembang Masih Relatif Rendah, Baru 34,63 Persen

Minggu lalu, kedua harga acuan minyak mentah turun sekitar 1,0 persen menghentikan reli yang telah membawa minyak mentah AS dan Brent ke level yang tidak terlihat sejak Oktober 2018.

Para kepala keuangan ekonomi besar G20 menyebut, penyebaran varian baru dan akses yang tidak setara ke vaksin mengancam pemulihan ekonomi global, pada akhir pekan lalu. Pernyataan itu membebani prospek permintaan minyak.

"Pedagang sekarang memfokuskan kembali pada penyebaran pandemi Covid-19 dan kekhawatiran global atas ekspansi varian baru," kata analis Rystad Energy, Louise Dickson.

Baca Juga: Kasus Positif dan Kesembuhan Harian Covid-19 Nasional Sama-sama Bukukan Rekor Baru

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, mengabaikan pembicaraan pekan lalu yang akan meningkatkan produksi setelah perselisihan antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab tentang bagaimana memperpanjang pakta tersebut.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X