Kehati-hatian Investor dan Penguatan Dolar Membuat Emas Melemah

Ant
- Selasa, 13 Juli 2021 | 08:00 WIB
Emas murni. (Linda Hamilton - Pixabay)
Emas murni. (Linda Hamilton - Pixabay)

CHICAGO, suaramerdeka.com – Pelemahan ditunjukkan emas setelah para investor bersikap hati-hati menantikan data inflasi AS yang dapat mempengaruhi alur waktu Federal Reserve untuk mengurangi pembelian obligasinya

Dolar yang lebih kuat juga menekan pelemahan emas pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB).

Untuk pengiriman Agustus, kontrak emas paling aktif i divisi Comex New York Exchange, jatuh 4,7 dolar AS atau 0,26 persen menjadi ditutup pada 1.805,90 dolar AS per ounce.

Baca Juga: Sebulan Terakhir, 299 Warga Blora Meninggal Akibat Covid -19

Emas berjangka melonjak 10,40 dolar AS atau 0,58 persen menjadi 1.810,60 dolar AS, akhir pekan lalu, Jumat (9/7/2021),

Emas berjangka turun 1,9 dolar AS atau 0,11 persen menjadi 1.800,20 dolar AS pada Kamis (8/7/2021), setelah bertambah 7,90 dolar AS atau 0,44 persen menjadi 1.802,10 dolar AS pada Rabu (7/7/2021).

Emas sempat menguat 10,90 dolar AS atau 0,61 persen menjadi 1.794,20 dolar AS pada Selasa (6/7/2021).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini: Cerah Berawan Sepanjang Hari

Analis pasar menyebut, emas juga berada di bawah tekanan jual setelah membukukan kinerja terbaiknya dalam tujuh minggu.

Emas terangkat 1,53 persen sepanjang minggu lalu, kenaikan mingguan ketiga berturut-turut dan kenaikan paling tajam sejak pekan yang berakhir 21 Mei.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X