PPKM Darurat, Harga Barang dan Jasa di Jawa Tengah Masih Terkendali

- Senin, 12 Juli 2021 | 14:24 WIB
Kegiatan jual beli kebutuhan sembako di pasar tradisional /Foto Antara
Kegiatan jual beli kebutuhan sembako di pasar tradisional /Foto Antara




SEMARANG, suaramerdeka.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Bank Indonesia mencatat harga barang dan jasa secara umum hingga penerapan PPKM darurat masih terjaga.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Pribadi Santoso menjelaskan pelaksanaan PPKM darurat Jawa-Bali dipandang tepat untuk mengurangi penambahan kasus Covid-19 lebih lanjut.

Namun di sisi lain, penerapan kebijakan ini berpotensi mengganggu kelancaran pasokan barang yang diakibatkan oleh menurunnya aktifitas produksi dan keterlambatan distribusi bahan pangan atau logistik ke daerah-daerah konsumen.

"Kita juga mewaspadai potensi peningkatan harga barang-barang dari sektor kesehatan, khususnya obat-obatan dan alat-alat kesehatan terkait Covid-19," katanya saat rapat Koordinasi TPID antar wilayah (Rakorwil) se-Jawa Tengah yang dihadiri oleh berbagai instansi terkait dari seluruh wilayah kabupaten/kota dan provinsi di Jawa Tengah, baru-baru ini.

Baca Juga: Saksi Ahli Pernyataan Kontroversial Dokter Lois, dr Tirta: Bukan Terkait UU ITE

Pribadi menambahkan terjaganya stabilitas harga didukung oleh kesiapan Bulog dan instansi terkait di berbagai wilayah di Jawa Tengah untuk mengelola kecukupan cadangan pangan, khususnya beras, dalam menghadapi kondisi PPKM darurat.

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Tengah juga melakukan berbagai inovasi dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok antara lain mengoptimalisasikan penggunaan aplikasi Sistem Informasi Harga dan Produksi Komoditi (Si-Hati) Provinsi Jawa Tengah untuk memantau pergerakan harga di setiap daerah.

Lalu mengajak serta masyarakat untuk berbelanja bijak dalam masa pandemi Covid-19. Menerapkan program Pasar Mitra Tani di kabupaten/kota untuk menjaga stabilitas distribusi pangan. Dan mendorong belanja bahan pokok secara digital melalui Toko Tani Indonesia.

Melihat terjaganya stabilnya harga, TPID se-Jawa Tengah optimis dapat mencapai nilai sasaran inflasi sebesar 3,0±1 % (yoy).

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X