Dolar Melemah dan Kekhawatiran Varian Delta Membuat Emas Menguat

Ant
- Sabtu, 10 Juli 2021 | 07:45 WIB
Emas murni. (Linda Hamilton - Pixabay)
Emas murni. (Linda Hamilton - Pixabay)

CHICAGO, suaramerdeka.com – Harga emas menguat pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), didukung dolar yang lebih lemah dan kekhawatiran bahwa penyebaran varian Delta dari virus Covid-19 dapat memperlambat pemulihan ekonomi global,

Penguatan tersebut merupakan rebound dari penurunan sehari sebelumnya dan mencatat pekan terbaiknya dalam tujuh pekan terakhir

Untuk pengiriman Agustus, kontrak emas paling aktif di divisi Comex New York Exchange, bangkit 10,40 dolar AS atau 0,58 persen menjadi ditutup pada 1.810,60 dolar AS per ounce.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini: Berawan Sepanjang Hari

Dalam sepakan, emas terangkat 1,53 persen dalam sepekan. Sementara, kenaikan pekan ketiga berturut-turut dan kenaikan paling tajam sejak pekan yang berakhir 21 Mei.

Sehari sebelumnya, Kamis (8/7/2021), emas berjangka melemah 1,9 dolar AS atau 0,11 persen menjadi 1.800,20 dolar AS per ounce.

Sebelumnya, emas bertambah 7,90 dolar AS atau 0,44 persen menjadi 1.802,10 dolar AS pada Rabu (7/7/2021), dan melonjak 10,9 dolar AS atau 0,61 persen menjadi 1.794,20 dolar AS pada Selasa (6/7/2021).

Baca Juga: Pesan Menpora pada 28 Atlet Olimpiade Tokyo 2020: Raih Prestasi Setinggi-tingginya

“Kami terus memiliki masalah-masalah dengan varian Delta. Itu mungkin sangat memperlambat kemajuan ekonomi, tidak hanya di Amerika Serikat, tetapi tentu saja di seluruh dunia,” kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities.

Emas, lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi dan politik dan juga kenaikan inflasi, menarik pembeli karena kekurangan vaksinasi dan varian virus corona yang sangat menular mendorong pembatasan baru, terutama di Asia Tenggara.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hyundai Optimistis Creta Bisa Merajai Segmen SUV

Rabu, 1 Desember 2021 | 19:52 WIB
X