Usai Naik 5 Hari Beruntun, Harga Emas Tergelincir di Akhir Perdagangan Jumat Pagi

Ant
- Jumat, 9 Juli 2021 | 08:48 WIB
Emas murni. (Linda Hamilton - Pixabay)
Emas murni. (Linda Hamilton - Pixabay)

CHICAGO, suaramerdeka.com – Setelah naik selama lima hari beruntun, harga emas tergelincir pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), menyusul kenaikan tipis imbal hasil obligasi pemerintah AS dari posisi terendahnya.

Untuk pengiriman Agustus, kontrak emas paling aktif di divisi Comex New York Exchange, turun 1,9 dolar AS atau 0,11 persen, menjadi ditutup pada 1.800,20 dolar AS per ounce.

Sebelumnya, emas berjangka bertambah 7,90 dolar AS atau 0,44 persen menjadi 1.802,10 dolar AS, pada Rabu lalu.

Baca Juga: Pemerintah Bayar Rp 17,1 Triliun untuk Klaim Rumah Sakit, Paling Tinggi di Bulan Januari

Emas berjangka melonjak 10,9 dolar AS atau 0,61 persen menjadi 1.794,20 dolar AS pada Selasa (6/7/2021), setelah terangkat 6,5 dolar AS atau 0,37 persen menjadi 1.783,30 dolar AS pada Jumat (2/7/2021), dan menguat dua hari sebelumnya masing-masing 5,2 dolar AS dan 8,0 dolar AS.

Di sisi lain, emas masih tetap menarik seiring melemahnya dolar AS dan kekhawatiran atas pemulihan pasar tenaga kerja AS. Sementara Wall Street juga menutup beberapa kerugian.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya melemah 0,3 persen dan imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun mendekam di dekat terendah lebih dari empat bulan.

Hal ini juga mendorong emas ke puncaknya sejak 17 Juni di 1,818,10 dolar AS di awal sesi.

Baca Juga: Angka Kesembuhan Covid -19 di Blora Tinggi, Warga Jangan Kendurkan Prokes

Imbal hasil yang lebih rendah mengurangi peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan suku bunga.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hyundai Optimistis Creta Bisa Merajai Segmen SUV

Rabu, 1 Desember 2021 | 19:52 WIB
X