Ganjar Akan Berkomunikasi dengan Asosiasi Pengusaha Terkait Aturan WFH

- Kamis, 8 Juli 2021 | 10:36 WIB
Work From Home (WFH)/Ilustrasi Pixabay/Edurs34
Work From Home (WFH)/Ilustrasi Pixabay/Edurs34

SEMARANG, suaramerdeka.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo segera berkomunikasi dengan asosiasi pengusaha, agar menaati batas maksimal jumlah karyawan yang bekerja di kantor.

Hal ini terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat, pada 3 hingga 20 Juli 2021.

Ganjar, seperti dilansir Pikiran-Rakyat, mengaku, masih menerima laporan, ada perusahaan yang menyuruh karyawannya bekerja melebihi persentase maksimal yang diperbolehkan.

Baca Juga: Penelitian Ungkap Kasus Covid-19 Inggris Meningkat 4 Kali Lipat Sejak Awal Juni

“Tadi diingatkan saja oleh pemerintah pusat, bagaimana sektor esensial dan kritikan bisa melaksanakan kebijakan (PPKM Darurat) dengan baik. Untuk Jawa Tengah saya sudah bicara dengan Apindo agar perusahaan atau industri membantu menjaga prokes (protokol kesehatan),” katanya, usai rapat dengan Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan secara virtual, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu 7 Juli 2021, kemarin.

Ganjar menceritakan,  masih menerima laporan ada satu perusahaan sektor keuangan yang masih bekerja penuh. Hal tersebut tidak sesuai dengan ketentuan.

“Artinya kita mesti taat lagi, kita mau mengurangi mobilitas. Kalau kerja, apalagi sektor keuangan sudah banyak menggunakan teknologi informasi dan digital, maka dari rumah kan bisa. Kita mau mengingatkan itu,” ungkapnya.

Baca Juga: Pasal Multitafsir dalam UU ITE, SKB Pedoman Belum Cukup Menjelaskan

Ganjar menjelaskan, sesuai aturan, perusahaan atau industri besar dengan jumlah karyawan yang banyak, yang boleh masuk hanya 50 persen.

Maka dari itu komunikasi dengan Apindo diharapkan dapat mendorong pelaksanaan aturan dengan baik.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X