20 Juta PKH Terima BST dan 10 Kilo Beras Saat Pengetatan PPKM Darurat

- Rabu, 7 Juli 2021 | 19:04 WIB
Airlangga Hartarto dalam konferensi pers virtual (suaramerdeka.com/dok)
Airlangga Hartarto dalam konferensi pers virtual (suaramerdeka.com/dok)

 

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pemerintah akan memberikan bantuan sosial kepada 20 juta keluarga saat diberlakukan pengetatan PPKM darurat.

Tak hanya di Pulau Jawa dan Bali, pengetatan juga dilakukan di 43 kabupaten di luar Jawa-Bali.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah menyiapkan bantuan sosial tunai (BST) ditambah beras 10 kilogram kepada masyarakat yang masuk sebagai data Penerima Keluarga Harapan (PKH).

"Terkaitan jaminan sosial, Bapak presiden akan memberikan bantuan beras kepada Penerima Keluarga Harapan (PKH). Sekaligus mendapatkan bantuan tunai dan beras 10 kilogram," kata Airlangga dalam konferensi pers virtual, Rabu 7 Juli 2021.

Baca Juga: Huawei MatePad 11 dan FreeBuds 4 Siap Meluncur Akhir Juli, Ini Spesifikasinya

Bulog dan Kementerian Sosial diinstruksikan Presiden supaya mendata masyarakat yang berhak mendapatkan bansos tunai dan beras.

Dalam pengetatan PPKM ini kegiatan di perkantoran di level 4 dengan melakukan Work From Home (WFH) dengan kapasitas 75 persen dan Work From Office (WFO) sebanyak 25 persen.

Sedangkan pada zona lainnya, WFH 50 persen dan WFO 50 persen. Kegiatan makan atau minum di tempat umum di seluruh level asesmen, hanya diperbolehkan dengan kapasitas 25 persen hingga pukul 17.00 waktu setempat.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pasar Kaliwungu jadi Percontohan Penerapan QRIS

Kamis, 25 November 2021 | 16:49 WIB

Faskes di Tanah Air Bisa Bersaing dengan Negara Maju

Kamis, 25 November 2021 | 14:25 WIB
X