Soal Kuota BBM, Ahli Ekonomi UGM: Naikkan Harga Pertalite, Turunkan Harga Pertamax

- Kamis, 25 Agustus 2022 | 08:48 WIB
Ilustrasi pengisian BBM di SPBU. (suaramerdeka.com / dok. Pertamina
Ilustrasi pengisian BBM di SPBU. (suaramerdeka.com / dok. Pertamina

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pertamina mengonfirmasi hingga per Juli 2022, penggunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite menembus angka 16,8 juta kiloliter.

Angka konsumsi Pertalite atau setara dengan 73,04 persen dari total kuota yang ditetapkan tahun ini, yakni sebesar 23 juta kiloliter.

Angka konsumsi yang tinggi itu membuat kuota Pertalite hanya tersisa 6,2 juta kiloliter.

Baca Juga: PSIS Semarang Copot Sergio Alexandre, Yoyok Sukawi: Demi Kebaikan Klub ke Depannya

Pihak pemerintah pun melakukan berbagai upaya pembatasan konsumsi Pertalite, dan jika tidak berhasil, maka kuota BBM subsidi diproyeksikan jebol akhir Oktober 2022.

Oleh karena itu, Fahmy Radhi, selaku ahli Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) turut buka suara.

Dirinya memberikan usulan jika hendaknya harga Pertalite dinaikkan, sedangkan harga Pertamax diturunkan.

Baca Juga: Baca Asmara Zodiak Hari Ini 25 Agustus 2022: Romansa Hubungan Libra dan Scorpio, Sagitarius Ada Gejolak

"Dengan menaikkan harga Pertalite dan menurunkan harga Pertamax secara bersamaan maksimal selisih harga sebesar Rp 1.500 per liter. Kebijakan harga ini diharapkan akan mendorong konsumen Pertalite migrasi ke Pertamax secara suka rela," ujarnya dalam keterangan seperti dikutip dari Antara.

Tentu perihal ini menjadikan pemerintah dilema.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X