PPKM Darurat di Rumah Saja, Makanan Olahan dan Susu Bakal Diburu

- Selasa, 6 Juli 2021 | 15:41 WIB
Makanan Olahan/Foto SehatQ
Makanan Olahan/Foto SehatQ

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pelaku usaha industri makanan dan minuman diprediksi mendulang untung justru di masa penerapan PPKM Darurat Jawa-Bali.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatakan permintaan konsumen terhadap produk pangan pokok dan produk makanan olahan bernutrisi seperti produk susu berpeluang naik.

“Berkaca pada tahun lalu pada saat pembatasan mobilitas, permintaan produk susu naik tinggi sekali. Untuk investasi bahkan naik 24% dan di kuartal I tahun ini investasi pangan naik 224% ditunjang dari industri pengolahan susu,” kata Adhi seperti dikutip dari Katadata.co.id, Selasa (6/7).

Baca Juga: Menko Luhut: Masuk Indonesia, WNA harus Kantongi Kartu Vaksin

Selain produk susu, permintaan produk yang menunjang aktivitas memasak di rumah juga diperkirakan mengalami peningkatan permintaan, di antaranya produk bumbu, tepung, dan makanan beku.

“Biasanya produk-produk tersebut juga akan naik permintaannya, karena masyarakat beraktivitas lebih banyak di rumah, jadi banyak yang cari bahan untuk buat kue di rumah, dan lainnya,” kata dia.

Sementara itu, untuk jenis produk yang berpeluang mengalami penurunan permintaan di antaranya, mencakup produk indulgent (memanjakan) seperti es krim, cokelat dan produk minuman instan. Penurunan diakibatkan berkurangnya kegiatan berkumpul di luar rumah.

Baca Juga: Brasil ke Final Copa America 2021, Neymar: Saya Ingin Lawan Argentina

Produk makanan seperti cemilan yang biasa dijual di sekolah-sekolah juga pasti akan menurun. Karena sekolah tatap muka juga belum dilaksanakan.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Kata Data

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X