Menaikkan Harga BBM Bersubsidi Berdampak ke Inflasi, Pengamat Pilih Opsi Pembatasan

- Rabu, 24 Agustus 2022 | 16:12 WIB
Ilustrasi BBM bersubsidi (foto: pixabay) (sl/Ist/storiloka/Pixabay)
Ilustrasi BBM bersubsidi (foto: pixabay) (sl/Ist/storiloka/Pixabay)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah mengatakan, seharusnya memilih opsi pembatasan ketimbang menaikkan harga BBM bersubsidi.

Hal itu disampaikan Trubus menanggapi sejumlah opsi yang disiapkan pemerintah terkait dengan kebijakan BBM bersubsidi.

"Kalau saya, pilihan pemerintah pada pembatasan saja, tidak menaikkan. Karena kalau menaikkan dampaknya ke inflasi. Inflasi kita sudah 4,9 persen sekarang. Ini 4,9 persen karena pemerintah mengeluarkan kebijakan menaikkan ojol berpengaruh (inflasi) naik jadi 4,9 persen. Kalau itu BBM bersubsidi naik bisa jadi 8 persen nanti," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, akan segera melaporkan skema alternatif harga bahan bakar minyak (BBM) ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca Juga: Dengar Apa Kata Dewa Langit, 7 Zodiak Ini Bakal Berkencan dengan Keberuntungan, Mendulang Rezeki Cukup Banyak

Pertama, pemerintah menaikkan subsidi sampai mendekati Rp 700 triliun dengan risiko semakin membebani fiskal.

Kedua, pengendalian volume konsumsi BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar dengan menentukan kategori yang berhak mengkonsumsi BBM bersubsidi.

Ketiga, menaikkan harga BBM bersubsidi.

Hal didasari sejumlah pertimbangan, terutama soal inflasi.

Baca Juga: Dibisiki Dewa Langit, Keberuntungan Bakal Bercumbu dengan 7 Zodiak Ini

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dinkop Nyatakan Koperasi Tekad UPGRIS Kategori Sehat!

Jumat, 3 Februari 2023 | 16:19 WIB
X