PPKM Darurat Jawa-Bali. Kadin Jateng: Jamu Pahit Agar Lekas Sehat dari Pandemi

- Sabtu, 3 Juli 2021 | 17:09 WIB
Ketua Umum Kadin Jateng Kukrit SW menyerahkan bantuan untuk buruh di Simpang Lima Semarang. (suaramerdeka.com/Cun Cahya) (Cun Cahya)
Ketua Umum Kadin Jateng Kukrit SW menyerahkan bantuan untuk buruh di Simpang Lima Semarang. (suaramerdeka.com/Cun Cahya) (Cun Cahya)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Tengah menyebut penerapan PPKM Darurat yang dilakukan di Jawa-Bali sebagai jamu pahit agar lekas sehat dari pandemi Covid-19.

Ketua Umum Kadin Jawa Tengah, Kukrit SW mengibaratkan pemberlakuan PPKM darurat sebagai jamu pahit yang harus diminum supaya bisa menyembuhkan ekonomi, khusus sektor usaha kecil dan menengah.

Menurut Kukrit, para pengusaha dan industri kelas atas tak berkeberatan dengan kebijakan PPKM darurat dan berharap menekan penyebaran virus corona.

Baca Juga: Vaksinasi Covid-19 Gratis Bagi Penumpang Kereta Api Saat PPKM Darurat, Cek 40 Stasiun Ini

Sehingga ekonomi berjalan normal kembali.

"PPKM darurat itu saya menganggapnya jamu. Jadi kalau kita ingin sembuh, mau tidak mau, harus dipaksa meminumnya. Ini harus kita terima dengan lapang dada kalau mau cepat sehat," kata Kukrit, Jumat 2 Juli 2021.

Kukrit menambahkan jika PPKM Darurat ini pasti akan berdampak ke sektor usaha kelas menengah ke bawah serta ke masyarakat.

Baca Juga: PPKM Darurat Diberlakukan, PHRI: Restoran Andalkan Pesan Antar Tak Akan Mampu Bertahan

Untuk itu, Kukrit berharap para penguasa atas di Jawa Tengah ikut bergerak mendukung pemerintah dengan melakukan aksi sosial demi meringankan beban mereka.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X