Pandemi jadi Kendala Ekspor, Industri TPT Minta Perlindungan dari Serbuan Produk Impor  

- Kamis, 1 Juli 2021 | 15:56 WIB
 Rizal Tanzil Rahman, Sekjen API dalam webinar “Kebangkitan Industri Tekstil Indonesia”, di Jakarta Selatan, Kamis (1/7) siang. (suaramerdeka.com/dok)
Rizal Tanzil Rahman, Sekjen API dalam webinar “Kebangkitan Industri Tekstil Indonesia”, di Jakarta Selatan, Kamis (1/7) siang. (suaramerdeka.com/dok)

 

JAKARTA, suaramerdeka.com - Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) meminta pemerintah memberikan perlindungan terhadap pasar Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) nasional di pasar domestik dari serbuan produk-produk impor.

Permintaan ini dilakukan karena pasar internasional yang menjadi tujuan ekspor TPT Indonesia masih belum pulih akibat pandemi Covid 19.

“Indonesia merupakan negara dengan populasi ke-4 terbesar di dunia, menjadikan Indonesia target pasar yang menjanjikan bagi banyak negara produsen TPT, salah satunya China,” kata Rizal Tanzil Rahman, Sekjen API dalam webinar “Kebangkitan Industri Tekstil Indonesia”, di Jakarta Selatan, Kamis (1/7) siang.

Baca Juga: 5 Gangster India Kenakan APD Nyamar jadi Nakes Bunuh Seorang Pria

Dalam webinar yang diselenggarakan oleh Pusat Kajian Sosial Politik (PKSP) FISIP, Universitas Nasional bekerjasama dengan FISIP UNHAS Makassar, Rizal Tanzil mengemukakan barang yang diimpor ke Indonesia tidak hanya sisa ekspor dari negara lain, melainkan juga pakaian bekas yang kini banyak diperjualbelikan di Indonesia, khususnya pada platform belanja online dan media sosial. Padahal, impor barang bekas telah dilarang dalam Permendag Nomor 51 Tahun 2015.

Untuk itu API menuntut pemerintah memberikan jaminan pasar domestik bagi industri dalam negeri dengan memberlakukan Bea Masuk Tindak Pengamanan (BMTP) produk kain dan pakaian jadi.

“BMTP tidak mengganggu kinerja ekspor, karena tidak mempengaruhi penyediaan bahan baku produsen pakaian tujuan ekspor yang mayoritas berada di Kawasan Berikat (KB) atau Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE),” ujar Rizal.

Data API menunjukkan, semenjak 2018 ekspor TPT Indonesia terus mengalami penurunan dari 13,22 miliar dolar AS (2018) menjadi 12,84 miliar dolar AS (2019) dan terakhir 10,55 miliar dolar AS (2020).

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Harga Emas Naik di Tengah Kekhawatiran Inflasi AS

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 08:48 WIB

UMKM Perlu Mulai Berani Melibatkan Investor

Jumat, 22 Oktober 2021 | 21:34 WIB
X