Industri Halal Penyeimbang Ekonomi Nasional, Erick: Kita Punya Market yang Besar

- Kamis, 1 Juli 2021 | 08:12 WIB
Menteri BUMN, Erick Thohir (BUMN.go.id) (Cun Cahya)
Menteri BUMN, Erick Thohir (BUMN.go.id) (Cun Cahya)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan industri halal menjadi penyeimbang ekonomi dalam memulihkan kondisi Indonesia yang tertekan akibat krisis pandemi Covid-19.

"Pandemi Covid-19 ini membangunkan kita dari tidur, kita punya market yang besar tetapi selama ini kita terlena. Industri halal harus menjadi salah satu bagian dari bagaimana kita menyeimbangkan ekonomi," kata Erick Thohir, Rabu (30/6), dilansir Antara

Dia menyerukan bisnis fashion muslim, kosmetik, hingga industri daging halal menjadi platform yang penting untuk dijaga dalam upaya memulihkan kondisi ekonomi nasional.

Baca Juga: Dubes Arab Saudi Diskusi dengan SMSI, Bahas Haji dan Pendidikan

"Di bawah Masyarakat Ekonomi Syariah, kami memastikan investasi ke daerah juga bersahabat dengan pengusaha nasional," tambahnya.

Dalam laporan The State of Global Islamic Economy Report 2019-2020, Indonesia menduduki peringkat lima besar sebagai negara produsen produk halal di dunia.

Pemerintah menargetkan Indonesia bisa menjadi produsen nomor satu produk halal di dunia pada 2024.

Erick menuturkan BUMN sebagai lokomotif pembangunan nasional memberikan keberpihakan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar dapat mandiri dan tumbuh besar menjadi produsen produk halal.

Baca Juga: Airlangga Ajak Kadin Indonesia Jadikan Pandemi Sebagai Momentum Kemandirian Jangka Panjang

"Pengadaan proyek-proyek BUMN yang di bawah Rp400 juta kami prioritaskan kepada UMKM," kata Erick.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Harga Emas Naik di Tengah Kekhawatiran Inflasi AS

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 08:48 WIB

Tekan Biaya Operasional Logistik dengan Dexlite

Kamis, 21 Oktober 2021 | 19:24 WIB
X