Pakar Minta Fintech Milik OJK Segera Direalisasikan untuk Hindari Kasus Pinjol Ilegal

Ant
- Rabu, 30 Juni 2021 | 09:49 WIB
pinjol (foto ilustrasi: pikiran rakyat) (Antara)
pinjol (foto ilustrasi: pikiran rakyat) (Antara)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Seorang pakar keamanan siber, Doktor Pratama Persadha meminta agar debitur financial technology milik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk segera direalisasikan.

Tujuannya untuk menghindari kasus pinjaman online (pinjol) ilegal yang saat ini marak terjadi.

Pasalnya, dengan fintech, debitur yang yang wanprestasi bisa masuk ke black list OJK.

Baca Juga: Penguatan Dolar Membuat Harga Emas Berjangka Jatuh di Akhir Perdagangan

"Menjadi masalah utama bila berurusan dengan fintech pinjol ilegal. Mereka tidak bisa mendaftarkan debitur ke OJK. Jadi, sejak awal mereka memilih jalan perang dengan debt collector," kata Doktor Pratama, seperti yang dikutip dari Antara, Rabu, 30 Juni 2021.

Seperti diketahui, tengah viral kasus jual beli selfie dan KTP yang tersebar di media sosial.

Kasus ini berawal, ketika ada akun yang mengunggah adanya oknum tidak bertanggung jawab menyebarkan data diri milik orang lain termasuk foto selfie dan KTP.

Baca Juga: Di Tengah Sentimen Penghindaran Risiko, Dolar AS Menguat

Dalam unggahan tersebut, pengguna akun mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati karena data diri bisa diretas dan dijual oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Padahal, ada beberapa platform yang mengharuskan verifikasi dengan menggunakan foto selfie dan KTP.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BSN Bikin Etalase Digital Produk UKM Ber-SNI

Jumat, 3 Desember 2021 | 20:25 WIB

Program BI Religi Bantu Percepatan Vaksinasi Covid-19

Jumat, 3 Desember 2021 | 08:12 WIB
X