Pengamat: Utang yang Melilit bukan Ancaman bagi Indonesia untuk Melunasinya

- Sabtu, 26 Juni 2021 | 23:48 WIB
Utang. (foto ilustrasi: pikiran rakyat) (Nugroho Wahyu Utomo)
Utang. (foto ilustrasi: pikiran rakyat) (Nugroho Wahyu Utomo)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Seorang pengamat makroekonomi dan pasar keuangan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia, Teuku Riefky mengatakan, bahwa utang yang melilit saat ini bukan ancaman bagi Indonesia untuk melunasinya.

"Saya rasa memang iya utang Indonesia melonjak drastis. Indonesia tidak pernah memiliki utang secara rasio PDB setinggi ini. Namun, kalau dibandingkan banyak negara, Indonesia jauh lebih aman," kata Teuku Riefky, seperti yang dikutip dari pikiran-rakyat.com, Sabtu, 26 Juni 2021.

Diketahui, per Mei 2021, pemerintah mencatatkan peningkatan utang sebanyak 22 persen, yang semula Rp 5,258 triliun menjadi Rp 6,418 trilun.

Baca Juga: Rest Area Pendopo Salatiga Ruas Tol Semarang-Solo, Saatnya Melepas Lelah Berkendara Sembari Wisata

Selain itu, rasio utang pemerintah per Mei 2021 juga meningkat drastis mencapi 40,49 persen dibandingkan Mei 2020 yang ada di angka 32,09 persen.

Peningkatan tersebut, dinilai oleh Riefky akibat adanya pandemi Covid-19 yang membuat banyak orang kehilangan pekerjaan dan pemerintah Indonesia harus turun tangan untuk memberikan bantuan.

Riefky menyebutkan jika utang Indonesia masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara lain.

Baca Juga: Investor Milenial Bak Cendawan, Tapi Jangan Belum Apa-apa Mikiran Cuan

Sementara itu anggota Komisi XI DPR RI Achmad Hafisz Tohir menilai, besarnya utang tersebut mengindikasikan lampu merah bagi pemerintah.

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X