Dukung Industri Halal Indonesia, Ini Upaya dari Kominfo

- Jumat, 25 Juni 2021 | 13:26 WIB
Produk Halal/Foto Brilio
Produk Halal/Foto Brilio

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kepala Divisi IT Bakti Kominfo Ari Soegeng Wahyuniarti, menuturkan, selaku lembaga yang bertugas menyediakan infrastruktur dan ekosistem Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam upaya mendukung industri halal di Indonesia lewat pembangunan sarana dan prasrana TIK.

Untuk sektor Industri dan Usaha Kecil, BAKTI Keminfo telah menggelar program ekosistem digital Bakti antara lain berupa pelatihan UMKM digital 2020.

Program yang digelar di awal masa pandemi Covid ini memfokuskan bagaimana agar UMKM bisa bertahan dari terpaan pandemi Covid-19.

Baca Juga: Wiku: Pemerintah Tanggung Biaya Penanganan KIPI Efek Vaksinasi

“Kami juga menggelar pelatihan Toko Online Bumdes dan UMKM Lokal 2020. Dalam hal ini kita memfasilitasi sebanyak 100 UMKM/Bumdes dalam pelatihan yang di antaranya digital branding, marketing toko online dan pengelolaan toko online,” ujarnya.

Dit ahun 2021 ini pihaknya akan menggelar pelatihan UKM Digital & Akses Permodalan yang menyasar UMKM di bidang kuliner, dengan target 800 UMKM dari 8 kota / kabupaten.

Rencananya Bakti Kominfo juga mengagendakan Pelatihan Toko Online Bumdes / UMKM 2021 dengan target 50 Bumdes / UMKM lokal.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Anak Meningkat, Epidemiolog Sebut Senjata Ada di Protokol Kesehatan

“Bumdes / UMKM binaan Bakti ini berpotensi untuk diberikan pelatihan dalam mendukung pengembangan industri halal. Sebagaimana kriteria industri halal, yakni kerjasama dengan laboratorium pengujian halal, sistem pengelolaan air bersih sesuai persyaratan halal dan tenaga kerja terlatih dalam jaminan produk halal,” jelasnya.

Sapta Nirwandar, Ketua Indonesia Halal Life Center (HLC) mengugkapkan, modest fashion di Indonesia masuk 5 besar, tetapi sebagai negara konsumer.

Sementara negara eksportir tidak masuk 5 besar dan dalam Organization of Islamic Cooperation (OIC)  Indonesia masih kalah dengan Banglades.

Modest Fashion tidak hanya IOC saja tetapi produk-produk sepeti hijab sudah diakui sebagai global fasion dan diakui brand besar.

“Bicara modest fashion tidak hanya baju atau hijab, HLC melakukan reset dan hasilnya ada 52 item dalam beauty bussines untuk wanita dan 31 item untuk pria,” katanya..

 Sementara untuk produk halal food, negara nonmuslim masih menjadi penyuplai utama bahkan untuk negara-negara OIC. Peringkat pertama ekportir produk halal adalah Brasil, di mana US 16,2 miliar dolar, diikuti India dengan nilai eksport sebesar US 14,4 miliar dolar.

“Indonesia menjadi konsumer halal food peringkat pertama sebesar US 114 miliar dolar,”jelasnya.

Sementara Bambang Suherman, Direktur Komunikasi & Aliansi Strategis Dompet Dhuafa menambahkan, sampai saat ini banyak sekali program yang dilakukan bekerjasama dengan BI dalam pembinaan UMKM hampir di seluruh Indonesia.

“Menariknya BI tidak lagi melihat program zakat itu habis dalam satu kali penyaluran, tetapi mampu menciptakan kemampuan produksi, lalu kemudian bisa mengakses permodalan umum, ini yang kita lakukan,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Harga Emas Naik di Tengah Kekhawatiran Inflasi AS

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 08:48 WIB

Tekan Biaya Operasional Logistik dengan Dexlite

Kamis, 21 Oktober 2021 | 19:24 WIB
X