Sektor Fashion Bisa Jadi Motor Industri Halal Tanah Air

- Jumat, 25 Juni 2021 | 05:38 WIB
Desainer, Founder Fashion Brands & Pembina Industri Kreatif, Amy Atmanto. (suaramerdeka.com / dok)
Desainer, Founder Fashion Brands & Pembina Industri Kreatif, Amy Atmanto. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Industri fashion Indonesia masih bertengger di nomor tiga setelah UEA dan Turki, namun sektor ini diyakini dapat mendongkrak industri halal tanah air.

Desainer, Founder Fashion Brands & Pembina Industri Kreatif, Amy Atmanto mengatakan, trend global dalam pengeluaran untuk modest fashion dunia tertinggi adalah di Turki dengan total belanja 29 billion dollar.

Kemudian, disusul UAE dengan spending 23 billion dollar dan Indonesia dengan total spending 21 billion dollar.

Baca Juga: Menaker Serius Hapus Pekerja Anak, Ini Langkah Konkretnya

Sementara total world spending untuk pakaian muslim di tahun 2018 bertumbuh 4,8% dari 270 billion dollar menjadi 283 billion dollar.

Di tahun 2024 diperkirakan spending untuk Moslem dan clothing apparel akan tumbuh sebesar enam persen mencapai 402 billion dollar.

“Saya menggunakan istilah modest fashion untuk mendorong mindset kita untuk dapat mengexplore wilayah- wilayah kreatif beyond traditional moslem outfit. Dengan istilah ini kita tidak dibatasi oleh konsepsi umum tentang busana muslim (gamis,abaya,kaftan),” ungkapnya.

Mengutip State of the Global Islamic Economic Report – Driving the Islamic economy revolution 4.0, Amy menuturkan, Indonesia merupakan pasar domestic no 3 terbesar dengan 21 triliun dollar, selain itu, gaya desain Indonesia diterima di dunia.

Baca Juga: Marak Pinjaman Online Ilegal, Simak Ciri-ciri dan Cara Melaporkannya

Karena itu dia yakin industri halal termasuk didalamnya modish fashion, bisa menjadi pematik ekonomi nasional.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X