KKN Back to Village, Ajarkan Pedagang Tradisional Tembus Pasar Online

- Kamis, 24 Juni 2021 | 18:58 WIB
Mahasiswa Ilmu Komunikasi USM Beri Pelatihan Pemasaran Kepada Pedagang (SM/Dok)
Mahasiswa Ilmu Komunikasi USM Beri Pelatihan Pemasaran Kepada Pedagang (SM/Dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) melatih salah satu pedagang ayam potong di Kabupaten Kendal, dengan metode komunikasi pemasaran yang lebih modern.

Program pelatihan tersebut mencakup pembuatan akun media sosial, pemgemasan/packaging ayam, serta foto produk.

"Semisal belum punya logo desain usaha maupun spanduk, saya mendampingi juga membuatkan,” ujarnya Putri Isnayni Dewi, salah satu mahasiswi Ilmu Komunikasi USM yang menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di daerah tempat tinggalnya, Dukuh Tridi RT 002/ RW 003, Desa Dempelrejo, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal.

Baca Juga: Layanan AJIB, Inovasi Polda Metro Jaya - Pemprov DKI Jakarta Optimalkan Kampung Tangguh Jaya

Dalam program KKN nya bertema kembali ke desa atau back to village yang dilaksanakan 2-30 Juni 2021. Dirinya ingin mengimplementasikan ilmu yang telah didapat selama perkuliahan. Terutama kepada masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya.

Ia membuat program pelatihan komunikasi pemasaran pada pedagang penjual ayam potong milik Solikatun.

“Saya ingin membantu menjualkan ayam potong Mbak Tun secara online. Karena selama masih menjual ayamnya secara konvensional di pasar tradisional,” jelasnya.

Baca Juga: Corona Meningkat, Ini Isi Surat Edaran Kemenag Tentang Sistem Kerja WFO dan WFH

Usaha ayam potong milik Solikatun, lanjutnya, sudah sejak 2003. Sampai saat ini, sudah ada dua lokasi penjualan yaitu di Pasar Sidorejo atau Srogo dan Pasar Sukodono atau Putat.

Di Pasar Sidorejo Solikatun sendiri yang menjual ayamnya. Sedangkan di Pasar Sukodono, ayam potongnya dijual oleh anak sulungnya Kurnia Bagus Darmawan dan seorang karyawan.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X